Advertisement
Road to Igo, Perjalanan Seniman Muda dari JNM Bloc ke Galeri IFI
Igo Rizqullah Iskandar (kiri) berfoto bersama Direktur IFI Yogyakarta, Margaux Nemmouchi saat pembukaan pameran Road to Igo di Galeri IFI-LIP Yogyakarta, Terban, Gondokusuman, pada Senin (16/2/2026). - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat
Advertisement
JOGJA —Pameran tunggal Road to Igo menjadi penanda perjalanan artistik seniman muda Igo Rizqullah Iskandar yang kini resmi diperkenalkan ke publik luas melalui ruang galeri. Digelar di Institut Français d’Indonésie (IFI) Yogyakarta, pameran ini menampilkan eksplorasi visual khas Igo yang tumbuh dari pengalaman personal dan proses panjang berkarya.
Awal mula pameran ini terbilang sederhana. Igo Rizqullah Iskandar bersama Erwan Hersisusanto atau Iwank kala itu tengah menggambar di kawasan JNM Bloc, Wirobrajan. Aktivitas tersebut menarik perhatian Direktur IFI Yogyakarta, Margaux Nemmouchi, yang kemudian membuka ruang dialog hingga berujung pada undangan pameran tunggal di galeri IFI.
Advertisement
Margaux Nemmouchi menjelaskan, pemilihan Igo sejalan dengan komitmen IFI sebagai ruang pendampingan bagi perupa muda. IFI, menurutnya, tidak hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga tempat belajar dan eksplorasi bagi generasi baru seniman.
“Kenapa kami memilih Igo? Karena Igo adalah seniman muda dan masih membutuhkan pendampingan. Itu adalah fungsi kami sebagai Institut Prancis untuk mendampingi para seniman muda agar bisa berkarya lebih luas lagi,” ujar Margaux saat pembukaan pameran, Senin (16/2/2026).
BACA JUGA
Selain aspek regenerasi, Margaux juga menilai karya-karya Igo memiliki kekuatan personal yang kuat. Kepadatan detail visual serta nuansa kerancuan dalam tiap bidang karya dianggap mampu menghadirkan pengalaman batin tersendiri bagi penikmat seni.
“Secara personal karya-karya Igo menarik bagi saya karena melambangkan kerancuan tertentu. Karya-karyanya sangat detail dan menyentuh bagi pribadi saya,” tambahnya.
Didukung Safari Studio, pameran Road to Igo menampilkan enam karya di atas kertas, delapan lukisan kanvas, serta satu karya instalasi berbentuk sepeda. Instalasi tersebut merupakan hasil kolaborasi Igo dengan seniman Soni Irawan, yang memperluas pendekatan medium dalam pameran ini.
Pameran dibuka sejak Senin (16/2/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga 15 Maret 2026. Penataan ruang galeri dirancang berbeda dari pameran konvensional, dengan konsep yang lebih terbuka dan inklusif agar pengunjung dapat berinteraksi secara bebas dengan karya.
Igo Rizqullah Iskandar sendiri mengungkapkan, gaya visual dalam karyanya berakar dari pengalaman belajar batik sejak duduk di bangku SMP. Seiring waktu, pengaruh batik tersebut berkembang menjadi bentuk visual yang lebih bebas dan eksperimental.
“Saya terinspirasi dari batik-batik Indonesia yang dulu saya pelajari waktu SMP. Seiring waktu, batik saya jadi makin radikal dan akhirnya bentuknya seperti ini,” jelas Igo.
Dalam proses berkarya, Igo menggunakan spidol akrilik Posca untuk mengisi bidang kanvas dengan doodle berlapis. Ia mengakui, suasana hati dan tingkat fokus menjadi tantangan utama dalam menyelesaikan setiap karya.
“Kalau lagi niat banget, dua bulan juga bisa untuk satu karya besar. Tapi kalau mood lagi jelek, bisa berbulan-bulan tidak selesai,” tuturnya.
Salah satu karya yang dipamerkan berjudul Just How the World Works. Karya ini menghadirkan narasi kritis tentang relasi kuasa dan kekerasan, sebagai respons terhadap romantisasi sejarah dan realitas sosial yang kerap beredar di media sosial. Melalui visualnya, Igo mencoba mengajak publik melihat sisi gelap dunia secara lebih jujur dan reflektif. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
- Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional
Advertisement
Update Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja Selasa 17 Februari 2026
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







