Advertisement

AFTECH dan Easycash Luncurkan MOJANG untuk Literasi Keuangan

Media Digital
Rabu, 18 Februari 2026 - 12:07 WIB
Maya Herawati
AFTECH dan Easycash Luncurkan MOJANG untuk Literasi Keuangan (Kiri ke kanan) Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Firlie Ganinduto, Kepala Divisi Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi dan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Naomi Triyuliyani, Direktur Utama Easycash Nucky Poedjiardjo, serta President and Chairman International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia Aidil Akbar Madjid saat peluncuran MOJANG (Modul Bijak Keuangan) di Jakarta, Selasa (10/2 - 2026).

Advertisement

JAKARTA—Literasi keuangan generasi muda menjadi sorotan seiring tingginya penggunaan layanan keuangan digital yang belum sepenuhnya diimbangi pemahaman yang memadai.

Hal ini ditegaskan melalui peluncuran Modul Bijak Keuangan (MOJANG) oleh Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Easycash, dan International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia sebagai upaya memperkuat literasi keuangan Gen Z dan milenial.

Advertisement

Di tengah kemudahan akses layanan keuangan digital, generasi muda Indonesia menghadapi tantangan baru dalam mengelola keuangan secara sehat karena keputusan finansial sering diambil tanpa panduan yang cukup. Kondisi ini membuat gaji maupun uang saku kerap habis lebih cepat dari rencana, utang diambil tanpa perhitungan matang, hingga risiko finansial baru disadari setelah persoalan muncul.


Kesenjangan Literasi dan Inklusi Keuangan Generasi Muda

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kesenjangan antara pemanfaatan layanan keuangan dan tingkat pemahaman masyarakat. Indeks inklusi keuangan tercatat mencapai 80,51%, sedangkan literasi keuangan baru berada di angka 66,46%.

Kesenjangan tersebut juga terlihat pada kelompok usia muda. Kelompok usia 18–25 tahun mencatat tingkat inklusi 89,96% dengan literasi 73,22%, usia 26–35 tahun memiliki inklusi 86,10% dengan literasi 74,04%, sedangkan kelompok usia 36–50 tahun mencatat inklusi 85,81% dengan literasi 72,05%.

Direktur Utama Easycash Nucky Poedjiardjo saat memberikan sambutan pembuka acara peluncuran MOJANG (Modul Bijak Keuangan), panduan literasi keuangan praktis yang dirancang khusus untuk Gen Z dan Milenial, di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Kolaborasi AFTECH, Easycash, dan IARFC Hadirkan MOJANG

Merespons kondisi tersebut, PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) bersama AFTECH dan IARFC Indonesia meluncurkan MOJANG sebagai panduan literasi keuangan praktis yang dirancang khusus untuk Gen Z dan milenial.

Modul ini disusun agar dekat dengan realitas keseharian anak muda sekaligus mendorong proses belajar finansial melalui komunitas yang saling mendukung sehingga generasi muda dapat lebih memahami pengambilan keputusan keuangan sejak awal.

Dalam sambutannya, Kepala Divisi Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi dan Edukasi Keuangan, Naomi Triyuliyani, mengapresiasi peluncuran MOJANG yang dapat menjadi sarana diseminasi agar semakin banyak pihak yang ikut membangun kesadaran mengenai keuangan bagi masyarakat karena peningkatan literasi itu merupakan kerja sama dari seluruh pihak.

“Kami berharap peluncuran MOJANG menjadi langkah awal bagi kita semua untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam literasi keuangan ataupun motivasi untuk terus meningkatkan skill kehidupan lainnya. Kami sangat mengharapkan seluruh fasilitas yang ada termasuk MOJANG, dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk semakin membangun awareness, membangun keterampilan anak-anak muda terutama meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan keuangan,” kata Naomi.

Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, menilai laju adopsi layanan keuangan digital di kalangan Gen Z dan milenial berlangsung sangat cepat sehingga perlu diimbangi penguatan literasi dengan ritme yang sama.

Menurutnya, kolaborasi para pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mengejar kesenjangan literasi sekaligus menjangkau lebih banyak generasi muda melalui pendekatan yang relevan dan adaptif terhadap dinamika digital.

“Bagi AFTECH, inovasi fintech harus berjalan beriringan dengan literasi keuangan dan perlindungan konsumen. MOJANG menjadi contoh kolaborasi strategis agar generasi muda tidak hanya punya akses, tetapi juga pemahaman dalam menggunakan layanan keuangan digital secara bertanggung jawab,” ujar Firlie.

(Kiri ke kanan) Vice President International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia Muhammad Kharisma, Director of Marketing, Communication and Community Development Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Abynprima Rizki, Kepala Divisi Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi dan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Naomi Triyuliyani, Head Corporate Affairs Easycash Wildan Kesuma, serta influencer keuangan Axel Albertus saat sesi diskusi dalam rangkaian peluncuran MOJANG (Modul Bijak Keuangan) di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Materi Modul: Panduan Praktis Kelola Uang dan Utang

Sebagai platform pendanaan bersama (pindar) berizin dan diawasi OJK, Easycash memandang peningkatan literasi keuangan generasi muda sebagai kebutuhan mendesak seiring perubahan perilaku finansial di era digital.

MOJANG dirancang bersama AFTECH dan IARFC Indonesia sebagai panduan praktis yang membantu anak muda memahami kondisi keuangannya serta mengambil keputusan finansial secara lebih sehat dan berkelanjutan.

Program literasi ini dihadirkan dengan semangat #MulaiDariMOJANG, yakni mengajak generasi muda membangun pemahaman finansial sebelum menggunakan akses layanan keuangan secara aktif. Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo, menekankan bahwa perubahan besar selalu berawal dari kemauan untuk belajar sehingga modul disusun dengan pendekatan ringan, kontekstual, dan mudah dipahami.

Materi dalam modul mencakup pengelolaan arus kas, manajemen utang, reputasi kredit, hingga kemampuan membedakan platform pendanaan berizin dan pinjaman ilegal yang marak di masyarakat.

“Gen Z dan milenial hidup di tengah arus informasi dan pilihan yang serba cepat, sehingga rentan salah langkah dalam mengambil keputusan finansial. Lewat MOJANG, kami ingin menghadirkan panduan yang dekat dengan realitas mereka, tidak menggurui, tetapi mendampingi proses belajar. Dengan pemahaman yang tepat sejak awal, mereka bisa #JadiLebihPaham dalam memilih keputusan finansial hari ini tanpa mengorbankan rencana hidup di masa depan,” ungkap Nucky.

Reputasi Kredit Jadi Fondasi Masa Depan Finansial

Selain itu, MOJANG juga menyoroti pentingnya reputasi kredit sebagai aset finansial yang sering terabaikan oleh generasi muda, padahal setiap keputusan keuangan memiliki dampak jangka panjang. Cara seseorang mengelola utang, memenuhi kewajiban pembayaran, dan menjaga disiplin finansial akan tercermin dalam rekam jejak kredit yang menentukan masa depan akses keuangan.

President & Chairman International Association of Registered Financial Consultants Indonesia (IARFC Indonesia), Aidil Akbar Madjid, menjelaskan reputasi kredit bukan sekadar catatan administratif, tapi cerminan perilaku finansial seseorang dari waktu ke waktu.

Rekam jejak ini sangat menentukan kepercayaan dan akses terhadap berbagai layanan keuangan, mulai dari pinjaman, pembiayaan usaha, hingga perencanaan finansial jangka panjang. Di tengah maraknya fenomena gagal bayar (galbay), pemahaman tentang reputasi kredit menjadi semakin krusial agar generasi muda tidak terjebak pada konsekuensi yang berkepanjangan.

“Dari sudut pandang perencana keuangan, masalah sering kali bukan pada produknya, tetapi pada kurangnya literasi. MOJANG hadir sebagai panduan praktis agar generasi muda memahami risiko, reputasi kredit, dan mampu mengambil keputusan finansial secara lebih bijak dan bertanggung jawab,” jelas Akbar.

Melalui MOJANG, Easycash menargetkan tumbuhnya kebiasaan finansial yang lebih sehat di kalangan generasi muda melalui edukasi yang praktis, relevan, dan mudah diterapkan sebagai bagian dari komitmen memperkuat literasi keuangan nasional. Upaya tersebut diharapkan membuat generasi muda tidak hanya memahami layanan keuangan, tetapi juga mampu mengelola risiko dan tanggung jawab sejak dini dalam menyiapkan masa depan finansial yang sehat dan berkelanjutan. (Advertorial)

BACA JUGA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

34.143 Warga Sleman Keluar dari BPJS Kesehatan, Pemkab Reaktivasi

34.143 Warga Sleman Keluar dari BPJS Kesehatan, Pemkab Reaktivasi

Sleman
| Rabu, 18 Februari 2026, 14:57 WIB

Advertisement

Cara Makan Sehat agar Tubuh Tetap Bugar hingga Tua

Cara Makan Sehat agar Tubuh Tetap Bugar hingga Tua

Lifestyle
| Rabu, 18 Februari 2026, 13:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement