Di Hari Jadi Jateng, Gubernur Luthfi Serukan Kebersamaan dalam Membangun Daerah
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerukan pentingnya mempererat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi (kanan) bersama Aat Kumorojati, host podcast berjudul Memperjuangkan Peran Petani dalam Program Makan Bergizi Gratis. Harian Jogja/Mustakim Firdaus
GUNUNGKIDUL—Petani di Gunungkidul diminta terus meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi hasil pertanian yang dimiliki. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi saat menjadi narasumber dalam podcast berjudul Memperjuangkan Peran Petani dalam Program Makan Bergizi Gratis.
“Gunungkidul adalah sentra tanaman pangan dan sayuran, harapannya hasilnya tersebut bisa untuk memasok ke program MBG,” kata Rismiyadi, Rabu (18/2).
Untuk bisa memasok bahan baku ke program ini, ada sejumlah kriteria yang wajib dipenuhi. Pertama, dari sisi kualitas, sayur atau beras yang akan dipasok harus benar-benar berkualitas.
Selanjutnya, jumlah yang tersedia juga harus memenuhi secara kuantitas dan terjamin pasokannya secara berkelanjutan. “Jadi tidak boleh hanya sekali pasok, terus berhenti. Petani harus terus bisa memasoknya karena ikut berperan dalam keberlanjutan program MBG,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul sudah mulai mendorong para petani untuk dapat memilah dan memilih kualitas produk yang dihasilkan. Tujuannya, agar panen dihasilkan masuk dalam kriteria untuk MBG.
“Ini peluang yang harus dimanfaatkan. Petani wajib mengambilnya dan ke depan, kami coba berkomunikasi dengan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi [SPPG] agar memperbesar porsi bagi petani lokal untuk memasok bahan bakunya,” katanya.
Adapun langkah kedua agar panen petani bisa terserap adalah dengan memanfaatkan keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang saat sekarang sudah mulai dibangun gedungnya. Diharapkan mampu terjalin kerja sama yang saling menguntungkan, yakni petani memasok hasil panen kemudian pengurus koperasi memasarkannya ke SPPG pengelola MBG di Bumi Handayani.
“Kami berharap KDMP bisa menjadi penjembatan antara petani dengan SPPG yang melaksanakan program MBG,” katanya.
Ditambahkan Rismiyadi, hingga sekarang sudah ada petani yang ikut dalam program MBG. Meski demikian, jumlahnya masih relatif kecil dikarenakan tidak lebih dari 10% petani di Gunungkidul.
“Akan terus kami dorong agar petani Gunungkidul bisa mengambil porsi yang lebih sehingga bahan bakunya tidak memasok dari luar daerah. Harapannya, dengan ikut MBG, maka kesejahteraan petani bisa lebih ditingkatkan,” katanya.
Menurut Rismiyadi, sentra produksi pangan tersebar merata di seluruh kapenewon. Namun, khusus sayuran hanya tersebar di beberapa lokasi seperti di Kapanewon Playen, Wonosari, Karangmojo hingga Ponjong. “Harus terus dikembangkan agar lebih berkualitas hasil panennya sehingga mudah masuk ke MBG,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerukan pentingnya mempererat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah
Anak usaha UGM, SWAP, bersiap IPO dengan harga Rp130-Rp140 per saham dan target dana Rp45,22 miliar pada September 2026.
Kebakaran di Menteng Dalam, Tebet, menewaskan empat orang. Gulkarmat Jaksel menduga api dipicu fenomena listrik dari ruang mesin fotokopi.
Harga emas Pegadaian Senin 24 Agustus 2026 bervariasi. Antam 1 gram Rp2,782 juta, Galeri 24 Rp2,71 juta, UBS Rp2,774 juta.
Bank Mandiri meminta maaf atas pemblokiran rekening warga Pati yang berisi sekitar Rp80,9 juta dan menjelaskan alasan pemblokiran.
IHSG berpeluang menguat menuju 6.716 didukung dana asing dan rupiah. Simak rekomendasi saham TOWR, BBNI, BRPT, dan TCPI.