Advertisement
PLN Jateng DIY Perkuat Pasokan Listrik Industri dan Energi Bersih
Kunjungan kerja DEN dilakukan Kamis (12/2 - 2026) dengan agenda peninjauan langsung ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal serta Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). / ist
Advertisement
SEMARANG—PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkuat pasokan listrik sektor industri selaras dengan arah transisi energi nasional. Hal ini ditegaskan dalam kunjungan Dewan Energi Nasional (DEN) yang meninjau kesiapan infrastruktur kelistrikan di kawasan industri strategis Jawa Tengah.
Kunjungan kerja DEN dilakukan Kamis (12/2/2026) dengan agenda peninjauan langsung ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal serta Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Kegiatan tersebut bertujuan melihat perkembangan kebutuhan energi industri sekaligus kesiapan PLN dalam mendukung pertumbuhan kawasan industri di wilayah tersebut.
Advertisement
General Manager PLN UID Jawa Tengah dan DIY, Bramantyo Anggun Pambudi, menyampaikan kunjungan DEN menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kebijakan energi nasional dengan kebutuhan energi daerah, terutama pada sektor industri yang terus berkembang.
“Forum ini menjadi ruang strategis untuk melihat secara langsung perkembangan kebutuhan energi sektor industri, tantangan penyediaannya, serta peluang penguatan bauran energi dan efisiensi energi di Jawa Tengah,” ujar Bramantyo.
BACA JUGA
Ia menjelaskan Jawa Tengah sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri nasional membutuhkan perencanaan pasokan listrik yang matang dengan dukungan infrastruktur kelistrikan yang andal serta arah pengembangan energi bersih berkelanjutan.
Dari sisi kinerja, sepanjang 2025 penjualan tenaga listrik PLN UID Jawa Tengah dan DIY tercatat sebesar 35.804 gigawatt hour (GWh) atau tumbuh 4,44 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal, selama 2025 telah terealisasi penyambungan 13 pelanggan industri dengan total daya 208,8 megavolt ampere (MVA). Kawasan tersebut masih memiliki potensi tambahan sekitar 90 MVA yang didukung pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kilovolt (kV) dengan progres pembangunan melampaui 80 persen.
“Di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal, sepanjang 2025 telah terealisasi penyambungan 13 pelanggan industri dengan total daya 208,8 MVA. Ke depan, kawasan ini masih memiliki potensi tambahan daya sekitar 90 MVA yang didukung pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV dengan progres pembangunan telah melampaui 80 persen,” tambah Bramantyo.
Sementara itu, di Kawasan Industri Terpadu Batang telah terealisasi penyambungan 60 pelanggan dengan daya tersambung 114,5 MVA. Selain potensi tambahan 15 pelanggan tegangan menengah, kawasan tersebut juga direncanakan pengembangan pusat data (data center) tegangan tinggi dengan kapasitas 2x74 MVA yang didukung GI 150 kV Banyuputih sebagai bagian dari komitmen PLN mendukung KEK Industropolis Batang.
“Pertumbuhan ini menjadi peluang sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk memastikan pasokan listrik yang andal, kompetitif, dan selaras dengan arah Kebijakan Energi Nasional,” lanjut Bramantyo.
Anggota Dewan Energi Nasional dari unsur Pemangku Kepentingan (APK), Satya Widya Yudha, mengapresiasi kesiapan PLN UID Jawa Tengah dan DIY dalam mendukung pertumbuhan industri yang sejalan dengan kebijakan energi nasional.
“Kami melihat secara langsung bahwa kebutuhan energi industri di Jawa Tengah terus meningkat dan memerlukan perencanaan yang terintegrasi. Kesiapan infrastruktur kelistrikan yang disiapkan PLN, termasuk dukungan terhadap kawasan industri strategis, menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing industri sekaligus mendorong transisi menuju energi yang lebih bersih,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, PLN UID Jawa Tengah dan DIY terus melakukan transformasi melalui penguatan sistem dan keandalan jaringan, percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan, dukungan pengembangan green industry, peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan, serta program efisiensi energi. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak juga terus diperkuat untuk menjawab kebutuhan energi industri yang terus tumbuh secara andal dan berkelanjutan di masa mendatang. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
- Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement









