Advertisement
Pemkab Bantul Gaspol 13 Program Prioritas Unggulan Tahun Ini
Pemkab Bantul percepat 13 program unggulan 2026 dalam RPJMD 20252029, fokus seragam gratis, LP2B, dan wirausaha baru. - Istimewa.
Advertisement
BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Bantul menggenjot pelaksanaan program prioritas unggulan yang menjadi bagian dari visi-misi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bantul 2025–2029. Implementasi sebagian besar program tersebut mulai dipercepat pada 2026.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, didampingi Wakil Bupati Aris Suharyanta, menyampaikan implementasi 13 program unggulan lebih optimal dijalankan pada 2026. Hal ini karena keduanya dilantik pada 20 Februari 2025, sementara APBD 2025 telah disahkan pada akhir 2024.
Advertisement
“Dengan demikian, implementasi program-program unggulan akan lebih banyak dimulai pada 2026,” ujar Halim.
Sejumlah program prioritas yang akan dipercepat antara lain pemberian seragam gratis bagi pelajar TK hingga SMP, pembebasan pajak untuk lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B), serta penciptaan wirausahawan baru.
BACA JUGA
Meski fokus utama dimulai pada 2026, beberapa program telah mulai dijalankan sejak 2025, seperti peningkatan status jalan desa menjadi jalan kabupaten, pengembangan wirausahawan muda, serta optimalisasi fungsi pos pelayanan terpadu (posyandu). Upaya tersebut mencakup penguatan layanan promotif dan preventif melalui sertifikasi kader posyandu.
Halim menjelaskan secara administrasi pemerintahan, pelaksanaan penuh visi-misi kepemimpinan 2025–2029 efektif dimulai pada 2026. Namun demikian, sejumlah langkah awal telah dilakukan pada 2025.
Ia juga mengakui adanya tantangan pada 2026 berupa penurunan kapasitas fiskal daerah. Salah satu dampaknya, anggaran pembangunan jalan hanya sekitar Rp150 miliar. Meski begitu, Pemkab Bantul tetap optimistis terdapat peluang tambahan pembiayaan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.
Wakil Bupati Aris Suharyanta menegaskan 13 program unggulan Pemkab Kabupaten Bantul bukan sekadar agenda rutin pemerintahan. Program-program tersebut dirumuskan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat dan kondisi daerah demi mendorong kemajuan “Bumi Projotamansari”.
Menurut Aris, arah kebijakan pembangunan disusun melalui pengamatan langsung di lapangan serta pengalaman panjangnya di lingkungan birokrasi Bantul. Ia menilai tantangan pembangunan daerah memerlukan langkah strategis yang terukur dan berkelanjutan.
“Saya melihat langsung dinamika dan kebutuhan masyarakat. Program unggulan ini disusun sebagai jawaban atas persoalan nyata di Bantul serta sebagai pijakan untuk mempercepat kemajuan daerah,” ujarnya.
Sebelum menjabat sebagai wakil bupati, Aris dikenal sebagai birokrat senior dengan pengalaman panjang di berbagai posisi strategis. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). Secara keseluruhan, ia telah mengabdi sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Bantul selama 37 tahun.
Pengalaman tersebut, lanjut Aris, menjadi bekal penting dalam memahami kebutuhan pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, hingga penguatan ekonomi masyarakat. Karena itu, setiap program unggulan dirancang agar saling terintegrasi dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga.
Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menyukseskan program-program tersebut. Pemerintah daerah, kata Aris, tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan warga di tingkat padukuhan hingga desa.
“Seluruh program ini sudah kami sosialisasikan secara langsung kepada masyarakat. Saya telah mengunjungi 210 perdukuhan dan alhamdulillah mendapat sambutan yang sangat positif,” ungkapnya.
Respons masyarakat yang baik tersebut dinilai menjadi indikator bahwa arah kebijakan pembangunan telah sesuai dengan kebutuhan warga. Pemerintah daerah pun optimistis implementasi program unggulan dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas layanan publik, serta penguatan ketahanan sosial masyarakat Bantul.
Aris berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat terus terjaga agar visi pembangunan daerah dapat terwujud secara berkelanjutan. “Pembangunan Bantul harus dilakukan bersama-sama. Dengan kebersamaan, kami optimistis Bantul dapat terus maju dan berkembang,” katanya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
- Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional
Advertisement
Cuaca DIY Jumat 20 Februari 2026: Semua Wilayah DIY Hujan
Advertisement
Oppo Find X9s Siap Meluncur, Usung Chipset Dimensity Terbaru
Advertisement
Advertisement
Advertisement







