UNISA Yogyakarta Pamerkan Ragam Inovasi Riset Kesehatan di SSTY 2026
Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam mendorong hilirisasi riset melalui keikutsertaan dalam Pameran Inovasi Perguruan Tinggi
Ilustrasi panti pijat
YOGYAKARTA-Aktivitas masyarakat yang semakin padat mendorong peningkatan kebutuhan terhadap layanan relaksasi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam beberapa tahun terakhir, tren pijat berbasis reservasi atau kunjungan ke lokasi pelanggan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, terutama di kawasan perkotaan.
Mobilitas tinggi, ritme kerja yang dinamis, serta aktivitas akademik yang padat menjadi faktor utama meningkatnya keluhan fisik seperti ketegangan otot, pegal pada area leher dan punggung, hingga kelelahan setelah perjalanan jauh.
Pengamat gaya hidup sehat di Yogyakarta menilai perubahan pola konsumsi jasa ini sejalan dengan preferensi masyarakat yang semakin mengutamakan efisiensi waktu.
“Warga kota cenderung memilih layanan yang praktis dan tidak menyita waktu perjalanan tambahan. Ini yang membuat model layanan berbasis reservasi semakin diminati,” ujar salah satu pelaku usaha relaksasi di Yogyakarta, baru-baru ini.
Jika sebelumnya layanan pijat identik dengan kunjungan ke tempat spa atau lokasi tertentu, kini sebagian masyarakat lebih memilih layanan yang dapat diakses dari rumah atau penginapan.
Model ini dinilai memberikan beberapa keuntungan, antara lain:
Khusus di Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar sekaligus destinasi wisata, kebutuhan terhadap layanan relaksasi tidak hanya datang dari warga lokal, tetapi juga wisatawan dan pekerja luar kota.
Data pelaku usaha menunjukkan bahwa permintaan layanan relaksasi cenderung meningkat pada akhir pekan dan musim liburan. Hal ini sejalan dengan lonjakan aktivitas pariwisata serta kegiatan luar ruang yang cukup intens.
Salah satu penyedia layanan relaksasi lokal Narita Massage menyebutkan bahwa permintaan layanan berbasis reservasi meningkat terutama dari pelanggan yang memiliki jadwal padat.
“Kami melihat adanya pergeseran preferensi. Pelanggan ingin layanan yang fleksibel dan bisa disesuaikan dengan waktu mereka,” ujar perwakilan layanan tersebut.
Menurutnya, faktor kenyamanan menjadi pertimbangan utama pelanggan dalam memilih layanan berbasis kunjungan.
Di tengah pertumbuhan sektor ini, aspek profesionalitas menjadi perhatian penting. Transparansi informasi, sistem reservasi yang jelas, serta komunikasi yang baik antara penyedia dan pelanggan dinilai menjadi kunci menjaga kepercayaan.
Pengamat ekonomi lokal menilai sektor jasa relaksasi termasuk dalam kategori usaha berbasis keterampilan yang memiliki potensi berkembang, namun tetap memerlukan standar operasional yang konsisten.
“Persaingan di sektor ini cukup dinamis. Kepercayaan dan reputasi menjadi faktor penentu keberlanjutan usaha,” katanya.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai batasan layanan dan etika profesional juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas industri.
Dengan karakter Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan pariwisata, sektor jasa relaksasi diperkirakan masih memiliki ruang pertumbuhan. Perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya keseimbangan aktivitas dan istirahat turut mendukung tren ini.
Model layanan berbasis reservasi diprediksi tetap relevan selama mampu menjaga kualitas, keamanan, dan profesionalitas.
Pelaku usaha di sektor ini diharapkan dapat terus beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan masyarakat serta menjaga standar layanan yang bertanggung jawab.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam mendorong hilirisasi riset melalui keikutsertaan dalam Pameran Inovasi Perguruan Tinggi
Jalur pendakian Gunung Raung Banyuwangi ditutup sementara setelah kebakaran sekitar setengah hektare terjadi di kawasan puncak.
Kota Magelang memperkuat program DEKSI untuk menghadapi risiko kesehatan akibat perubahan iklim dengan melibatkan kelurahan dan masyarakat.
Sebanyak 14 SPPG di DIY disuspend, terdiri dari 3 terkait dugaan keracunan MBG dan 11 karena belum memiliki SLHS.
Prabowo meminta karhutla segera dipadamkan sekaligus memastikan masyarakat terlindungi dan orangutan Kalimantan yang terdampak diselamatkan.
APJAPI menilai perubahan aturan bagasi Garuda dari bobot ke jumlah koli berpotensi merugikan penumpang dan tidak sesuai regulasi.