Advertisement
Layanan Pijat Berbasis Reservasi Kian Diminati
Ilustrasi panti pijat
Advertisement
YOGYAKARTA-Aktivitas masyarakat yang semakin padat mendorong peningkatan kebutuhan terhadap layanan relaksasi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam beberapa tahun terakhir, tren pijat berbasis reservasi atau kunjungan ke lokasi pelanggan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, terutama di kawasan perkotaan.
Mobilitas tinggi, ritme kerja yang dinamis, serta aktivitas akademik yang padat menjadi faktor utama meningkatnya keluhan fisik seperti ketegangan otot, pegal pada area leher dan punggung, hingga kelelahan setelah perjalanan jauh.
Advertisement
Pengamat gaya hidup sehat di Yogyakarta menilai perubahan pola konsumsi jasa ini sejalan dengan preferensi masyarakat yang semakin mengutamakan efisiensi waktu.
“Warga kota cenderung memilih layanan yang praktis dan tidak menyita waktu perjalanan tambahan. Ini yang membuat model layanan berbasis reservasi semakin diminati,” ujar salah satu pelaku usaha relaksasi di Yogyakarta, baru-baru ini.
BACA JUGA
Perubahan Pola Konsumsi Jasa
Jika sebelumnya layanan pijat identik dengan kunjungan ke tempat spa atau lokasi tertentu, kini sebagian masyarakat lebih memilih layanan yang dapat diakses dari rumah atau penginapan.
Model ini dinilai memberikan beberapa keuntungan, antara lain:
- Fleksibilitas waktu
- Kenyamanan lokasi pribadi
- Efisiensi mobilitas
- Privasi yang lebih terjaga
Khusus di Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar sekaligus destinasi wisata, kebutuhan terhadap layanan relaksasi tidak hanya datang dari warga lokal, tetapi juga wisatawan dan pekerja luar kota.
Pertumbuhan Sektor Jasa Relaksasi
Data pelaku usaha menunjukkan bahwa permintaan layanan relaksasi cenderung meningkat pada akhir pekan dan musim liburan. Hal ini sejalan dengan lonjakan aktivitas pariwisata serta kegiatan luar ruang yang cukup intens.
Salah satu penyedia layanan relaksasi lokal Narita Massage menyebutkan bahwa permintaan layanan berbasis reservasi meningkat terutama dari pelanggan yang memiliki jadwal padat.
“Kami melihat adanya pergeseran preferensi. Pelanggan ingin layanan yang fleksibel dan bisa disesuaikan dengan waktu mereka,” ujar perwakilan layanan tersebut.
Menurutnya, faktor kenyamanan menjadi pertimbangan utama pelanggan dalam memilih layanan berbasis kunjungan.
Tantangan Profesionalitas dan Standar Layanan
Di tengah pertumbuhan sektor ini, aspek profesionalitas menjadi perhatian penting. Transparansi informasi, sistem reservasi yang jelas, serta komunikasi yang baik antara penyedia dan pelanggan dinilai menjadi kunci menjaga kepercayaan.
Pengamat ekonomi lokal menilai sektor jasa relaksasi termasuk dalam kategori usaha berbasis keterampilan yang memiliki potensi berkembang, namun tetap memerlukan standar operasional yang konsisten.
“Persaingan di sektor ini cukup dinamis. Kepercayaan dan reputasi menjadi faktor penentu keberlanjutan usaha,” katanya.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai batasan layanan dan etika profesional juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas industri.
Prospek ke Depan
Dengan karakter Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan pariwisata, sektor jasa relaksasi diperkirakan masih memiliki ruang pertumbuhan. Perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya keseimbangan aktivitas dan istirahat turut mendukung tren ini.
Model layanan berbasis reservasi diprediksi tetap relevan selama mampu menjaga kualitas, keamanan, dan profesionalitas.
Pelaku usaha di sektor ini diharapkan dapat terus beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan masyarakat serta menjaga standar layanan yang bertanggung jawab.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
- Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional
Advertisement
1.061 Jemaah Haji Bantul Berangkat Mulai 29 April via YIA
Advertisement
Bahaya Wadah Plastik Hitam untuk Makanan, Ini Risikonya
Advertisement
Advertisement
Advertisement







