Advertisement

Ketua Komisi A DPRD DIY Kenang Semangat Juang John Tobing

Media Digital
Senin, 02 Maret 2026 - 09:27 WIB
Sunartono
Ketua Komisi A DPRD DIY Kenang Semangat Juang John Tobing John Tobing, pencipta lagu Darah Juang, wafat di Sleman. Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto sampaikan duka dan kenang semangat perjuangan. - Istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Kabar wafatnya aktivis sekaligus pencipta lagu perjuangan “Darah Juang”, John Tobing, memunculkan duka mendalam di kalangan pegiat gerakan mahasiswa dan masyarakat sipil. Sosok yang dikenal konsisten menyuarakan perlawanan terhadap ketidakadilan itu meninggal dunia pada Rabu (25/2/2026) malam.

Johnsony Marhasak Lumbantobing atau yang akrab disapa John Tobing mengembuskan napas terakhir di RSA UGM, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, setelah menjalani perawatan karena sakit. Jenazahnya sempat disemayamkan di Rumah Duka Arimatea Bethesda Yogyakarta sebelum dimakamkan di TPU Madurejo, Prambanan, pada Sabtu (28/2/2026).

Advertisement

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, hadir dalam prosesi pemakaman dan menyampaikan belasungkawa atas kepergian almarhum.

“Kita semua berduka atas wafatnya Bang John Tobing, sosok aktivis yang membersamai gerakan perjuangan melawan otoritarianisme rezim Orde Baru, lagunya Darah Juang menginspirasi gerakan mahasiswa lintas generasi,” kata Eko Suwanto di sela kehadirannya memberikan penghormatan terakhir di Madurejo, Sleman, Sabtu (28/2/2026).

Menurut Eko, pada masa perlawanan terhadap pemerintahan Orde Baru, lagu “Darah Juang” karya John Tobing menjadi pemantik semangat perjuangan melawan ketidakadilan. Lagu tersebut kerap dinyanyikan dalam berbagai aksi mahasiswa dan gerakan reformasi.

Ia mengakui, saat dirinya bersama aktivis lintas kampus di Yogyakarta terlibat dalam aksi massa dan demonstrasi mahasiswa pada 1998 hingga runtuhnya Orde Baru, karya alumni Filsafat UGM tersebut terasa sangat relevan dengan situasi saat itu dan mampu menjaga api perlawanan tetap menyala.

Berikut lirik lengkap lagu “Darah Juang”:

Di sini negeri kami
Tempat padi terhampar
Samuderanya kaya raya
Tanah kami subur tuan

Di negeri permai ini
Berjuta rakyat bersimbah rugah
Anak buruh tak sekolah
Pemuda desa tak kerja
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Padamu kami mengabdi
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Padamu kami mengabdi
Padamu kami berjanji

“Lirik lagu ciptaan Bang John Tobing telah menggugah dan membawa kesadaran pentingnya terus berjuang untuk Ibu Pertiwi, membebaskan rakyat dari belenggu tirani. Rasanya sampai kini masih relevan terus disuarakan, dinyanyikan bersama. Selamat jalan Bang John Tobing, semangat juangmu akan terus hidup,” kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan.

Kepergian John Tobing meninggalkan jejak kuat dalam sejarah gerakan mahasiswa Indonesia, terutama melalui lagu “Darah Juang” yang hingga kini masih kerap dikumandangkan dalam berbagai momentum refleksi perjuangan dan aksi solidaritas di sejumlah daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Update Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 2 Maret 2026

Update Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 2 Maret 2026

Jogja
| Senin, 02 Maret 2026, 12:27 WIB

Advertisement

Amankah Penderita Diabetes Puasa Ramadan, Ini Penjelasan Dokter

Amankah Penderita Diabetes Puasa Ramadan, Ini Penjelasan Dokter

Lifestyle
| Minggu, 01 Maret 2026, 08:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement