Advertisement

Ketua Komisi A DPRD DIY Kecam Serangan AS-Israel ke Iran

Media Digital
Kamis, 05 Maret 2026 - 14:27 WIB
Maya Herawati
Ketua Komisi A DPRD DIY Kecam Serangan AS-Israel ke Iran Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto. / ist

Advertisement

JOGJA—Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang disebut melanggar prinsip ketertiban dunia. Serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu, (28/2/2026), dinilai memperburuk konflik Timur Tengah dan menimbulkan korban sipil.

Menurut Eko Suwanto, langkah militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran tidak hanya memicu ketegangan geopolitik global, tetapi juga bertentangan dengan prinsip perdamaian internasional yang selama ini dijunjung oleh berbagai negara. Ia menilai serangan terhadap negara berdaulat tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap ketertiban dunia.

Advertisement

"Apa yang terjadi di Timur Tengah, kematian pemimpin Iran dalam serangan oleh Israel dan Amerika Serikat membuat kematian orang-orang sipil, anak-anak. Tindakan Amerika Serikat dan Israel, jelas melanggar prinsip perdamaian dunia," kata Eko Suwanto, Ketua DPC PDI Perjuangan Yogyakarta, Kamis, (5/3/2026).

Eko Suwanto juga menyoroti posisi Indonesia dalam dinamika geopolitik global. Ia menilai reputasi Indonesia sebagai negara yang selama ini dikenal memegang prinsip nonblok dan politik luar negeri bebas aktif berpotensi tergerus jika kebijakan diplomasi tidak konsisten dengan konstitusi.

Menurutnya, komposisi Indonesia yang saat ini menjadi bagian dari Board of Peace (BOP) dinilai belum strategis dalam mendorong peran aktif Indonesia menciptakan ketertiban dunia.

Ia mengingatkan bahwa dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, bangsa Indonesia secara tegas menolak segala bentuk penjajahan serta berkomitmen aktif mewujudkan perdamaian dunia. Oleh karena itu, Indonesia dinilai perlu tetap konsisten menjalankan politik bebas aktif dalam menghadapi konflik internasional.

"Amerika Serikat dan Israel telah melampaui kewenangannya. Seharusnya Indonesia konsisten dengan politik bebas aktif, sesuai amanah konstitusi kita, harusnya melawan penjajahan, aktif mewujudkan, menjaga ketertiban dunia, perdamaian abadi dan keadilan sosial, seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Jelas sikap menyerang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran langgar prinsip dasar di konstitusi UUD 1945," kata Eko Suwanto, politisi PDI Perjuangan.

Eko Suwanto menambahkan hubungan Indonesia dan Iran memiliki sejarah panjang yang telah terjalin lebih dari 75 tahun. Hubungan diplomatik tersebut, menurutnya, perlu terus dijaga dalam kerangka kemanusiaan dan solidaritas antarbangsa.

Dalam konteks tersebut, DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menyatakan dukungan terhadap pernyataan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang menyampaikan pesan duka kepada pemerintah Iran atas jatuhnya korban sipil serta wafatnya Ayatollah Ali Khamenei.

" Maka di dalam bingkai kemanusiaan, DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta mengapresiasi dan mendukung pernyataan Ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 RI dalam surat duka yang dikirimkan ke pemerintah Iran, dengan pesan duka cita mendalam atas jatuhnya korban sipil, anak anak dan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei saya rasa bagian bangsa Indonesia menjaga hubungan baik Indonesia-Iran. Itu meneruskan merawat warisan terbaik dari para pendahulu baik Bung Karno di Indonesia maupun para pemimpin revolusi di Iran. Yakni tekad untuk membangun dunia yang damai, bebas dari imperialisme dan hegemoni, serta berpihak kepada mereka yang tertindas. Pesan penting Ibu Megawati, bahwa persahabatan antara bangsa Indonesia dan bangsa Iran tetap terpelihara dan bahkan semakin dipererat di masa yang akan datang," kata Eko Suwanto Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta.

Pernyataan tersebut, menurut Eko Suwanto, menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan diplomatik Indonesia–Iran sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. (Advertorial)

BACA JUGA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Kasus Korupsi Lahan Sindutan, Rp1,44 Miliar Dikembalikan ke YAKKAP I

Kasus Korupsi Lahan Sindutan, Rp1,44 Miliar Dikembalikan ke YAKKAP I

Kulonprogo
| Kamis, 05 Maret 2026, 23:17 WIB

Advertisement

Manfaat Pepaya Matang saat Sarapan untuk Pencernaan dan Energi

Manfaat Pepaya Matang saat Sarapan untuk Pencernaan dan Energi

Lifestyle
| Kamis, 05 Maret 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement