Advertisement

OPINI: Ramadan Bijak dalam Merespons Situasi Bencana

Dr. Islamiyatur Rokhmah, S.Ag., M.S.I., Ketua PUI PSPKB UNISA Yogyakarta
Kamis, 12 Maret 2026 - 14:47 WIB
Maya Herawati
OPINI: Ramadan Bijak dalam Merespons Situasi Bencana Dr. Islamiyatur Rokhmah, S.Ag., M.S.I., Ketua PUI PSPKB UNISA Yogyakarta

Advertisement

Bulan Ramadan selalu hadir sebagai ruang spiritual bagi umat Islam, sebagai wahana memperdalam ibadah, memperkuat empati sosial, dan menata kembali relasi manusia dengan sesama serta alam. Namun, dalam akhir-akhir ini bulan puasa juga kerap beriringan dengan berbagai peristiwa bencana di berbagai wilayah Indonesia, seperti banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem.

Situasi ini memantik pertanyaan penting: bagaimana masyarakat dapat merespons bencana secara bijak ketika sedang menjalankan ibadah puasa?

Advertisement

Indonesia adalah negara yang berada di kawasan rawan bencana. Secara geografis, wilayah Nusantara berada di jalur pertemuan lempeng tektonik dunia yang dikenal sebagai Cincin Api Pasifik. Kondisi ini membuat berbagai bencana alam seperti gempa bumi, erupsi gunung api, banjir, dan tanah longsor menjadi bagian dari realitas yang tidak dapat dihindari.

Ketika bencana terjadi pada bulan Ramadan, masyarakat menghadapi situasi yang tidak sederhana. Di satu sisi, mereka berusaha menjalankan ibadah puasa secara optimal. Di sisi lain, kondisi darurat menuntut kesiapsiagaan, mobilitas, bahkan pengorbanan fisik yang tidak ringan.

Dalam konteks inilah, kebijaksanaan dalam merespons bencana menjadi sangat penting. Beberapa poin penting yang dapat kita kuatkan dalam merespons bencana secara bijak pada bulan Ramadan adalah sebagai berikut:

Keselamatan adalah Prioritas

Ajaran Islam menempatkan keselamatan jiwa sebagai prinsip utama. Dalam konsep maqashid syariah, menjaga jiwa (hifz al-nafs) merupakan salah satu tujuan pokok syariat. Artinya, dalam situasi darurat seperti bencana, keselamatan manusia harus didahulukan.

Puasa bukanlah ibadah yang dimaksudkan untuk membahayakan diri. Jika kondisi darurat membuat seseorang kelelahan, dehidrasi, atau mengalami risiko kesehatan serius, Islam memberikan keringanan untuk berbuka. Prinsip ini menunjukkan bahwa ajaran agama sangat memperhatikan kondisi kemanusiaan.

Dalam konteks kebencanaan, masyarakat juga perlu mengikuti arahan dari lembaga resmi seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) maupun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait peringatan dini dan prosedur evakuasi. Kesadaran terhadap mitigasi bencana menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjaga kehidupan.

Ramadan dan Solidaritas Sosial

Ramadan bukan sekadar ritual spiritual individual. Ia juga merupakan momentum penguatan solidaritas sosial. Nilai puasa mengajarkan empati terhadap mereka yang sedang mengalami kesulitan. Ketika bencana terjadi, nilai empati itu menemukan maknanya yang paling nyata.

Kita sering menyaksikan bagaimana masyarakat saling membantu melalui penggalangan dana, distribusi makanan berbuka bagi pengungsi, hingga relawan yang turun langsung membantu korban. Tradisi berbagi di bulan Ramadan sebenarnya memiliki potensi besar untuk memperkuat respons kemanusiaan terhadap bencana.

Masjid, organisasi masyarakat, lembaga zakat, dan komunitas lokal dapat menjadi pusat solidaritas sosial yang membantu korban bencana. Dalam banyak kasus, bantuan berbasis komunitas sering kali menjadi respons tercepat sebelum bantuan pemerintah tiba secara penuh.

Bijak Mengelola Informasi

 

Di era digital, respons terhadap bencana tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga di ruang informasi. Media sosial sering menjadi sumber informasi pertama ketika bencana terjadi. Sayangnya, tidak semua informasi yang beredar dapat dipercaya.

Foto lama yang diunggah kembali, informasi korban yang tidak akurat, atau kabar yang dilebih-lebihkan sering memicu kepanikan publik. Karena itu, masyarakat perlu bersikap bijak dalam menyaring informasi.

Verifikasi sumber berita, cek informasi dari lembaga resmi, dan hindari menyebarkan pesan yang belum jelas kebenarannya. Mengelola informasi secara bijak juga merupakan bentuk tanggung jawab sosial.

Momentum Refleksi

Bencana sering menjadi pengingat akan keterbatasan manusia sekaligus pentingnya menjaga keseimbangan alam. Kerusakan lingkungan, alih fungsi lahan, serta pengelolaan sumber daya yang tidak bijak kerap memperparah dampak bencana.

Bulan Ramadan memberikan ruang refleksi untuk memikirkan kembali hubungan manusia dengan alam. Ibadah puasa tidak hanya mengajarkan pengendalian diri, tetapi juga kesadaran ekologis bahwa manusia adalah khalifah yang bertanggung jawab menjaga bumi.

Karena itu, respons terhadap bencana tidak cukup berhenti pada bantuan darurat. Ia juga harus diikuti dengan komitmen untuk membangun masyarakat yang lebih tangguh terhadap bencana.

Ramadan sebagai Energi Kemanusiaan

Pada akhirnya, merespons bencana pada bulan Ramadan membutuhkan keseimbangan antara kesiapsiagaan, kepedulian sosial, dan kekuatan spiritual. Hal ini juga dapat dimaknai sebagai upaya menyeimbangkan tauhid individu dengan tauhid sosial.

Puasa tidak seharusnya mengurangi kepedulian terhadap sesama. Sebaliknya, puasa justru dapat menjadi sumber energi moral untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan.

Ketika masyarakat mampu memadukan nilai spiritual Ramadan dengan kesadaran kebencanaan, maka bencana tidak hanya menjadi peristiwa penderitaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kemanusiaan. Di tengah musibah, Ramadan mengajarkan bahwa harapan selalu ada melalui kepedulian, kebersamaan, dan semangat untuk saling menolong.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal Buka Puasa Jogja Kamis 12 Maret 2026, Magrib 17.57 WIB

Jadwal Buka Puasa Jogja Kamis 12 Maret 2026, Magrib 17.57 WIB

Jogja
| Kamis, 12 Maret 2026, 17:17 WIB

Advertisement

Psikiater Ungkap Tanda Kecanduan Judi Online yang Perlu Diwaspadai

Psikiater Ungkap Tanda Kecanduan Judi Online yang Perlu Diwaspadai

Lifestyle
| Kamis, 12 Maret 2026, 14:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement