Advertisement
Komisi A DPRD DIY Fokus Perkuat Upaya Turunkan Stunting di Yogyakarta
Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto. / ist
Advertisement
JOGJA—Komisi A DPRD DIY menyoroti percepatan penurunan stunting di Kota Yogyakarta yang kini mulai menunjukkan tren positif, dengan peran kader Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) menjadi fokus penguatan di lapangan.
Perhatian ini mengemuka saat kegiatan penimbangan bayi dan anak balita serta pemeriksaan ibu hamil dan menyusui di Posyandu Lengkuas 7, RW 07 di Muja Muju, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Senin (16/3/2026).
Advertisement
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menilai kerja kader di tingkat wilayah menjadi kunci keberhasilan program percepatan penanganan stunting yang dijalankan secara kolaboratif bersama Puskesmas dan pemerintah kelurahan.
"Terima kasih kepada seluruh kader posyandu, tim pendamping keluarga dan ibu-ibu PKK. Angka stunting di Yogyakarta bisa ditekan dengan program percepatan penanganan stunting. Alhamdulillah berkat kerja keras Kader Posyandu, Tim Pendamping Keluarga didukung Puskesmas dan lurah berhasil turunkan angka stunting 14,8% pada Desember 2025 menjadi 8,4% pada periode Desember 2026. Harapan kita, dengan dukungan 120 juta per kelurahan pada tahun 2026, angka stunting diharapkan turun menjadi 4% pada akhir tahun 2026," kata Eko Suwanto.
BACA JUGA
Komisi A DPRD DIY juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi intervensi di tingkat keluarga, terutama dalam pemenuhan gizi balita dan pemantauan kesehatan ibu hamil.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan paket telur dan olahan ikan dibagikan kepada warga sebagai bagian dari edukasi langsung mengenai pentingnya asupan protein dalam mencegah stunting.
"Jangan lupa perhatikan komponen gizi untuk balita dalam pemberian makanan. Bagi ibu hamil, perlu rutin periksa kondisi kehamilan agar selalu sehat sampai melahirkan, sehat bayi juga sehat ibunya," ujar Eko Suwanto.
Selain pendekatan gizi, Komisi A DPRD DIY menyoroti pentingnya dukungan anggaran yang menyentuh langsung ke wilayah. Alokasi Rp120 juta per kelurahan pada 2026 diharapkan mampu memperkuat kegiatan Posyandu, pendampingan keluarga, serta edukasi kesehatan secara berkelanjutan.
Penguatan peran kader di tingkat lokal dinilai menjadi strategi utama untuk menjangkau masyarakat secara langsung, terutama dalam memastikan intervensi stunting berjalan tepat sasaran.
Dengan sinergi antara kader, tenaga kesehatan, dan pemerintah kelurahan, Komisi A DPRD DIY menilai target penurunan stunting hingga 4% pada akhir 2026 bukan hal yang mustahil dicapai jika program dijalankan secara konsisten di lapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
Advertisement
Advertisement
Rahasia Kamar Tidur Harum Alami: Dari Ventilasi hingga Minyak Esensial
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






