Advertisement
Stevanus Usulkan Langkah Strategis Hadapi Ancaman Krisis Energi Global
Dr. Raden Stevanus dorong efisiensi energi di DIY lewat skema WFH dan diversifikasi pasokan guna tangkis dampak konflik Timur Tengah yang picu krisis. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Anggota DPRD DIY dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dr. Raden Stevanus Christian Handoko, S.Kom., M.M., mendesak pemerintah untuk segera merespons ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mulai mengancam stabilitas energi nasional.
Konflik yang melibatkan Iran tersebut dikhawatirkan bakal memicu lonjakan harga minyak mentah dunia serta mengganggu jalur distribusi energi internasional ke tanah air.
Advertisement
Sebagai langkah antisipatif, legislator muda ini menilai perlu adanya kebijakan taktis untuk menjaga ketahanan energi, baik di level pusat maupun di tingkat daerah seperti Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dr. Raden Stevanus mengusulkan penerapan kembali sistem kerja fleksibel atau Work From Home (WFH) sebagai instrumen efektif untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah situasi yang tidak menentu. Menurutnya, pengurangan mobilitas masyarakat meskipun hanya dilakukan satu hari dalam sepekan dapat memberikan dampak penghematan energi yang signifikan bagi daerah.
BACA JUGA
"Ini bukan soal menurunkan produktivitas, melainkan mengoptimalkan efisiensi berbasis sistem kerja digital yang saat ini sudah cukup siap," tegas Dr. Raden Stevanus saat memberikan pandangannya di Jogja, Sabtu (28/3/2026).
Selain menekan konsumsi dalam negeri, ia juga menyoroti urgensi diversifikasi sumber pasokan energi guna mengurangi ketergantungan pada jalur strategis yang rawan konflik seperti Selat Hormuz.
Pemerintah pusat disarankan untuk mulai melirik kerja sama energi dengan negara-negara di luar kawasan Timur Tengah, termasuk menjajaki potensi pasokan dari Rusia atau negara-negara di wilayah Afrika Barat.
Langkah berani ini dianggap sebagai keharusan struktural untuk menjamin ketersediaan stok energi nasional tetap berada pada level aman dari gangguan eksternal.
Di level lokal, Dr. Raden Stevanus mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk memberikan keteladanan melalui aksi nyata penghematan energi di seluruh lingkungan perkantoran instansi pemerintah. Ia mengusulkan adanya standar operasional baru (SOP) yang mengatur pembatasan penggunaan listrik non-esensial hingga pengaturan suhu pendingin ruangan secara lebih ketat.
"Langkah ini penting sebagai sinyal bahwa situasi global sedang tidak dalam kondisi normal. Penghematan energi harus dimulai dari institusi pemerintah sebelum diterapkan secara luas di masyarakat," jelasnya.
Isu energi ini pun diyakini akan berdampak berantai pada sektor pangan akibat kenaikan biaya distribusi, sehingga penguatan sistem 'Lumbung Mataraman' harus segera diprioritaskan. Pemerintah daerah diminta untuk memperketat pengawasan ketersediaan bahan pokok di pasar-pasar tradisional guna mencegah kelangkaan dan spekulasi harga yang merugikan rakyat.
Sebagai penutup, Dr. Raden Stevanus mengajak seluruh warga Yogyakarta untuk memperkuat solidaritas sosial dengan mulai membiasakan perilaku hemat energi, memanfaatkan transportasi publik, serta mengutamakan konsumsi pangan lokal demi menghadapi ketidakpastian global secara kolektif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
Advertisement
Angin Kencang di Prambanan: Belasan Rumah Rusak dan Joglo Roboh
Advertisement
Kenapa Anak Perlu Dijauhkan dari Medsos, Ini Kata Dokter
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






