Advertisement

Telkom Gandeng Komunitas Jaga Bekantan dan Mangrove

Media Digital
Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:52 WIB
Abdul Hamied Razak
Telkom Gandeng Komunitas Jaga Bekantan dan Mangrove Ilustrasi.ist

Advertisement

JAKARTA—PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus mendorong kolaborasi komunitas dan generasi muda dalam pelestarian lingkungan melalui berbagai inisiatif berkelanjutan.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan lewat program Bumi Berseru Fest 2025 yang menghadirkan solusi berbasis komunitas untuk menjaga keanekaragaman hayati, termasuk konservasi Bekantan serta penanaman mangrove di Tarakan.

Advertisement

Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menegaskan bahwa keterlibatan komunitas menjadi kunci dalam menciptakan program pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

“Melalui program ini, kami membuka ruang kolaborasi bagi komunitas untuk menghadirkan solusi nyata sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem,” ujarnya.

Aksi Nyata Konservasi di Tarakan

Salah satu inisiatif lahir dari komunitas Association of Youth for Sustainability Indonesia di Tarakan. Program ini berangkat dari kekhawatiran atas kerusakan ekosistem mangrove akibat alih fungsi lahan dan rendahnya kesadaran masyarakat.

Komunitas tersebut menginisiasi program konservasi terpadu untuk melindungi bekantan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Pada 19–21 Desember 2025, bersama sukarelawan TelkomGroup, mereka membangun Feeding Spot Center, area pemberian nutrisi tambahan berupa pisang bagi bekantan yang juga berfungsi sebagai sarana edukasi wisata.

Selanjutnya, pada 24 Januari 2026, dilakukan penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan Edu Park Kampung Empat sebagai upaya memperkuat sabuk hijau pesisir dan mengurangi kerusakan habitat.

Pendekatan Ilmiah dan Digital

Program ini juga dilengkapi dengan kegiatan monitoring ekosistem. Dalam pengamatan pada 7 Januari 2026, tim berhasil mengidentifikasi sekitar 40 ekor bekantan serta memetakan 27 jenis mangrove di kawasan tersebut.

Selain itu, ditemukan perilaku unik bekantan yang cenderung individualis, namun membentuk kelompok saat menghadapi ancaman. Data ini kemudian dikembangkan menjadi basis data digital melalui website edukasi untuk mendukung upaya konservasi yang lebih luas.

Founder AYS Indonesia, M. Abrar Putra Siregar, mengapresiasi dukungan Telkom dalam program tersebut.

“Program ini sangat strategis karena melibatkan komunitas lokal yang memahami kondisi lapangan,” katanya.

Sejalan dengan Program ESG

Inisiatif ini menjadi bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) Telkom melalui program GoZero – Sustainability Action by Telkom Indonesia, khususnya pada pilar lingkungan yang berfokus pada pelestarian keanekaragaman hayati.

Program ini juga mendukung target United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-14 (kehidupan bawah laut) dan ke-15 (kehidupan di darat).

Ke depan, rehabilitasi mangrove di Kalimantan Utara diharapkan terus diperluas guna mengantisipasi abrasi pesisir. Kolaborasi antara komunitas, masyarakat, dan pemangku kepentingan diyakini menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan ekosistem bagi generasi mendatang. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal KA Prameks Hari Ini 16 April 2026, Tarif Tetap Rp8.000

Jadwal KA Prameks Hari Ini 16 April 2026, Tarif Tetap Rp8.000

Jogja
| Kamis, 16 April 2026, 06:17 WIB

Advertisement

Cukup Beberapa Menit, Aktivitas Ini Turunkan Risiko Penyakit

Cukup Beberapa Menit, Aktivitas Ini Turunkan Risiko Penyakit

Lifestyle
| Rabu, 15 April 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement