Advertisement

Terpukul Akibat Gagal Ginjal, JKN Jadi Tumpuan Jalani Cuci Darah

Media Digital
Kamis, 02 April 2026 - 16:47 WIB
Maya Herawati
Terpukul Akibat Gagal Ginjal, JKN Jadi Tumpuan Jalani Cuci Darah Perjuangan pasien gagal ginjal Nita, di Bantul jalani cuci darah terbantu JKN. / ist

Advertisement

Sempat Terpukul Akibat Gagal Ginjal, JKN Jadi Tumpuan Nita Jalani Cuci Darah

BANTUL–Tak pernah terbayangkan dalam diri seorang Nita Sulistyaningsih  harus berhadapan dengan gagal ginjal. Hatinya seketika runtuh mendengar penjelasan  dokter. Cuci darah akan menjadi sahabatnya menjalani hari demi hari. Namun, apa mau  dikata, kehidupan terus berjalan. Perjuangan panjang pengobatan Nita pun dimulai.  

“Saat ada vonis dokter soal gagal ginjal saya juga rasanya langsung drop. Harus  menjalani cuci darah rutin karena kreatininnya memang sudah tinggi, delapan saat itu.  Ya mau tidak mau harus dijalani,” kata Nita, Senin (30/03). 

Advertisement

Sebelum vonis itu datang, Nita memang rutin berobat untuk hipertensi. Awalnya ia tidak  merasakan gejala apa pun, tidak ada keluhan yang menandakan tekanan darahnya  perlahan menanjak naik. Beberapa kali kontrol, tekanan darahnya tak kunjung stabil,  ditambah ada rasa nyeri menjalar di area pinggangnya.  

“Saat kontrol hipertensi, ada keluhan juga sakit pinggang. Lalu saya diarahkan untuk cek  urin dan ada darah diurin itu. Lanjut saya USG perut, hasilnya ada batu ginjal. Batu ini  kemudian diambil dengan proses laser beberapa kali. Setelah itu kreatinin naik terus  hingga delapan itu tadi. Akhirnya ya harus cuci darah,” cerita Nita. 

Enam bulan sudah Nita menjalani rutinitas cuci darah. Di tengah kondisi berat itu, ada  kelegaan di hati Nita, ia tak perlu risau akan biaya cuci darah yang tinggi. Program  Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hadir dengan penjaminan layanan termasuk cuci  darah yang terkenal berbiaya tinggi.  

"Sudah enam bulan ya cuci darah dan semua dengan jaminan JKN, kalau tidak biayanya  besar sekali. Sekali cuci darah sekitar 1,2 juta itu satu kali saja, padahal seminggu dua  kali. Kira-kira kalau tidak pakai JKN terus berapa gitu, dikali-kali biayanya terus jadi  berapa, bisa ratusan juta. Wah tidak bisa dihitung besarnya. Ibarat kata menjual rumah  saja belum tentu cukup," katanya.  

Nita tak bisa membayangkan proses pengobatannya tanpa JKN, entah apa yang akan  terjadi. Nita merasa sangat terbantu. Tak berhenti sampai disitu, selama prosesnya  menjalani cuci darah, ia merasakan layanan yang sangat baik dari fasilitas kesehatan.  Bahkan pasien dan tenaga medis sudah terasa seperti keluarga. 

"Disini pakai JKN dilayani dengan alhamdulilah baik sekali. Selama ini tidak ada  tambahan biaya, sama sekali tidak. Semua dokter, perawat pelayanannya bagus dan  ramah sudah seperti saudara sendiri. Semua dilayani sama tidak ada perbedaan  perlakuan. Alhamdulillah JKN sangat menolong," katanya.

Nita ingin dengan keberadaan Program JKN semakin banyak orang yang tertolong. Nita  telah membuktikan manfaat JKN sebagai payung perlindungan ketika sakit.  

"Hidup sehat, makan yang sehat, jaga pola makan, karena kalau sudah sakit begini tidak  terbayang rasanya. Orang sehat itu murah, yang mahal orang sakit. Semoga layanan BPJS  Kesehatan bisa terus ditingkatkan semakin baik, supaya yang membutuhkan bisa  tertolong karena penyakit datangnya tidak tahu kapan," tutupnya. (Advertorial) 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

HUT ke-80 Sultan HB X, 16 Ribu Nasi Angkringan Ludes di Malioboro

HUT ke-80 Sultan HB X, 16 Ribu Nasi Angkringan Ludes di Malioboro

Jogja
| Kamis, 02 April 2026, 18:47 WIB

Advertisement

5 Kombinasi Makanan Bikin Nutrisi Lebih Terserap

5 Kombinasi Makanan Bikin Nutrisi Lebih Terserap

Lifestyle
| Kamis, 02 April 2026, 16:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement