Advertisement
Layanan Digital Kian Mudah, Anak Muda Puji BPJS Kesehatan
Warga Kota Jogja, Anggun Soleha saat ditemui di Kantor BPJS Yogyakarta, pada Rabu (15/4/2026). - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kemudahan layanan digital menjadi salah satu alasan peserta muda merasa terbantu dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan, termasuk dalam hal akses data hingga pengurusan administrasi yang kini bisa dilakukan tanpa dokumen fisik.
Salah satu peserta, Anggun Soleha, 24, warga Umbulharjo, Kota Jogja, mengaku telah menjadi peserta JKN selama sekitar empat tahun melalui kepesertaan mandiri. Ia menilai sistem yang kini serba digital membuat layanan menjadi lebih praktis, terutama bagi generasi muda.
Advertisement
“Sekarang lebih simpel menggunakan BPJS karena semua sudah lewat sistem. Jadi tidak perlu bawa dokumen fisik seperti KK, data sudah tersimpan. Apalagi ada aplikasi Mobile JKN, itu sangat mempermudah kami,” ujar Anggun, Rabu (15/4/2026).
Anggun mengatakan selama menjadi peserta, ia kerap memanfaatkan layanan rawat jalan di puskesmas, terutama saat mengalami gangguan lambung. Menurutnya, pembiayaan obat dan pemeriksaan sangat terbantu dengan adanya penjaminan JKN.
BACA JUGA
“Kalau saya biasanya rawat jalan di puskesmas. Untuk obat saat sakit lambung atau demam itu sangat membantu,” katanya.
Dari sisi pelayanan, ia mengaku tidak pernah merasakan perbedaan perlakuan antara pasien JKN dan non-JKN. Tenaga kesehatan dinilai tetap memberikan pelayanan yang baik tanpa diskriminasi.
“Selama ini alhamdulillah dilayani dengan baik, tidak pernah ada keluhan. Tidak dibeda-bedakan juga,” ucapnya.
Ia juga menilai kemudahan akses layanan pengaduan dan administrasi menjadi nilai tambah. Jika mengalami kendala, peserta bisa langsung menghubungi care center 165 atau mengurus secara langsung di kantor BPJS Kesehatan terdekat.
“Kalau ada kendala bisa langsung ke care center. Untuk administrasi juga tidak lama, tinggal datang bisa langsung ditangani,” katanya.
Anggun menyebut seluruh anggota keluarganya juga menjadi peserta JKN dan masih aktif memanfaatkannya untuk kebutuhan kontrol kesehatan rutin.
“Adik dan ayah saya juga pakai BPJS. Untuk kontrol dan pengobatan masih bisa digunakan dengan baik sampai sekarang,” ungkapnya.
Dari sisi biaya, Anggun menilai iuran BPJS Kesehatan kelas III sebesar Rp35.000 per bulan masih terjangkau dan sebanding dengan manfaat yang diperoleh.
“Menurut saya cukup affordable. Dengan iuran segitu, kita jadi tidak khawatir soal biaya saat butuh layanan kesehatan,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Di Balik Pegunungan Taihang China Berdiri Menara Kembar Memikat
- Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
Advertisement
Program MBG di Kulonprogo Diminta Lebih Tepat Sasaran dan Efisien
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








