Advertisement
Plesir Keris, Ajak Peserta Rasakan Langsung Tempa di Banyusumurup
Peserta Plesir Keris di Jogja diajak langsung menempa keris di Banyusumurup dan melihat proses pembuatan tradisional.
Advertisement
JOGJA—Pengalaman langka menempa keris langsung dirasakan puluhan peserta dalam kegiatan Plesir Keris di Dusun Banyusumurup di Imogiri, Bantul. Aktivitas ini membuka akses publik untuk melihat hingga mencoba proses pembuatan keris yang selama ini jarang dijangkau masyarakat.
Kegiatan dimulai dari Kantor Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY sekitar pukul 08.30 WIB pada Sabtu (18/4/2026). Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, peserta tiba di Banyusumurup dan langsung mendapat penjelasan mengenai sejarah serta proses pembuatan keris dari para perajin setempat.
Advertisement
Dari Kampung Keris hingga Proses Tempa
Di Banyusumurup yang dikenal sebagai kampung keris, peserta diperkenalkan pada tradisi empu dan perajin yang diwariskan secara turun-temurun. Mentor empu keris, Sarjiman, menjelaskan perkembangan empu keris di DIY mulai dirintis lebih serius sejak 2008.
“Sekitar tahun 2008, sebelum itu empu di Jogja hanya satu, Pak Sungkowo Harumbrodjo. Setelah 2008, kami membina murid dari Playen, Empu Puryadi, sekarang sudah dikenal nasional bahkan internasional,” jelas Sarjiman.
Ia menuturkan proses pembinaan dilakukan secara mandiri, bahkan ia mengajar secara sukarela hingga muridnya mampu memproduksi keris dan dikenal luas.
“Saya ngajar dia selama dua tahun, satu minggu dua kali. Setelah bisa, kami pamerkan, kemudian booming. Kemudian kami membina lagi Empu Godo Priantoko di Wonosari, dari tukang becak dan penjahit sampai akhirnya bisa membuat keris,” katanya.
Sarjiman menegaskan proses menjadi empu tidak mudah dan membutuhkan ketekunan tinggi.
“Dari sekitar 40 orang yang pernah saya ajarkan, yang benar-benar jadi hanya beberapa. Membuat keris itu prosesnya lama, panjang, dan sulit,” ucapnya.
Peserta Ikut Mencoba Menempa
Peserta kemudian diajak melihat langsung proses penempaan di Besalen Gunung Mojo di dusun tersebut. Beberapa peserta bahkan diberi kesempatan mencoba menempa keris dengan pendampingan perajin.
Bagi banyak peserta, pengalaman ini menjadi yang pertama kali mereka rasakan.
Salah satu peserta asal Sleman, Raymizard Alifian, mengaku mendapatkan wawasan baru dari kegiatan tersebut.
“Menurut saya cukup menarik, karena tempat penempaan di Jogja itu masih sangat minim. Dari trip ini saya baru tahu kalau di Banyusumurup ada tempat penempaan keris,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kesempatan melihat langsung proses tempa yang selama ini jarang diakses publik.
Lanjut ke Pameran Keris di Jogja
Usai dari Banyusumurup di Imogiri, Bantul, peserta melanjutkan perjalanan ke Grha Keris Yogyakarta di Kemantren Kraton, Kota Jogja untuk mengunjungi Pameran Keris Merintis Pewaris.
Pameran tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Keris Nasional dan rangkaian menuju Jogja International Heritage Festival 2026 yang berlangsung pada 17–20 April.
Di lokasi ini, peserta melihat sekitar 40 koleksi keris yang berasal dari koleksi perempuan dan diwariskan secara turun-temurun dalam keluarga.
Raymizard menilai pameran tersebut memberi sudut pandang baru terkait peran perempuan dalam dunia keris.
“Menurut saya menarik, karena empu perempuan itu jumlahnya sangat sedikit. Tapi pameran ini menunjukkan bahwa perempuan juga punya peran penting dalam mengenalkan keris ke generasi berikutnya,” ucapnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, peserta tidak hanya mengenal keris sebagai benda budaya, tetapi juga memahami proses panjang, nilai, serta regenerasi yang menjaga tradisi tersebut tetap hidup. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Di Balik Pegunungan Taihang China Berdiri Menara Kembar Memikat
- Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
Advertisement
Proyek Disetujui, Ini Rute Wisata Kereta Gantung di Kawasan Prambanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








