Advertisement
MIPA USD Gelar Pelatihan Creative Plastic STEAM di SMA PL Sedayu
Siswa SMA di Sedayu olah sampah plastik jadi karya kreatif lewat metode STEAM, dorong kepedulian lingkungan dan inovasi belajar. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Suasana belajar berbeda terlihat di SMA Pangudi Luhur (PL) di Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, saat ratusan siswa mengubah limbah plastik menjadi berbagai karya kreatif melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek.
Sebanyak 128 siswa kelas XI terlibat langsung dalam kegiatan bertajuk Creative Plastic STEAM yang digelar pada Jumat (17/4/2026). Program ini menghadirkan kolaborasi dosen dan mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JPMIPA) FKIP Universitas Sanata Dharma.
Advertisement
Kegiatan ini menjadi ruang eksplorasi bagi siswa untuk tidak sekadar memahami teori, tetapi juga mempraktikkan solusi nyata terhadap persoalan lingkungan, khususnya darurat sampah plastik di wilayah DIY.
Acara dimulai pukul 11.30 WIB dengan sesi refleksi yang mengajak siswa melihat dampak limbah plastik melalui video dan diskusi interaktif. Dari situ, siswa kemudian ditantang merancang solusi kreatif berbasis pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM).
“ Kami ingin siswa tidak hanya melihat plastik sebagai sampah, tetapi sebagai media belajar yang menantang kreativitas dan logika berpikir mereka melalui kerangka STEAM,” ujar salah satu tim pengabdian.
Tim pendamping terdiri dari lima dosen, yakni Haniek Sri Pratini, Cyrenia Novella Krisnamurti, Niluh Sulistyani dari S1 Pendidikan Matematika, Dwi Nugraheni Rositawati dari S1 Pendidikan Fisika, serta Chatarina Enny Murwaningtyas dari S2 Pendidikan Matematika. Mereka didukung sembilan mahasiswa dari program studi terkait.
Dalam pelaksanaannya, siswa dibagi dalam kelompok berisi lima hingga enam orang. Setiap kelas didampingi satu dosen dan dua mahasiswa untuk merancang purwarupa berbahan dasar limbah plastik dengan panduan lembar kerja.
Beragam produk kreatif berhasil dihasilkan, mulai dari mobil-mobilan, tempat pensil, bunga dari botol lengkap dengan vas, hiasan gantung dari sedotan, pot bunga, hingga kipas angin sederhana.
Proses ini mendorong siswa berpikir di luar kebiasaan, terutama dalam menggabungkan aspek teknik, estetika, dan keberlanjutan lingkungan dalam satu karya.
Untuk meningkatkan motivasi, setiap kelas memilih dua karya terbaik, lalu diseleksi menjadi delapan karya unggulan dari seluruh peserta. Apresiasi tersebut disambut antusias oleh siswa yang bangga dengan hasil ciptaannya.
Selain aspek kreativitas, kegiatan ini juga mengintegrasikan nilai-nilai keutamaan Pangudi Luhur dalam setiap proses pembelajaran.
Program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari, tetapi menjadi awal kolaborasi berkelanjutan antara FKIP Universitas Sanata Dharma dan SMA Pangudi Luhur di Sedayu.
Melalui keterlibatan mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi sarana praktik pembelajaran berbasis proyek yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.
Ke depan, siswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya peduli lingkungan, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi sederhana yang berdampak bagi masyarakat sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Di Balik Pegunungan Taihang China Berdiri Menara Kembar Memikat
- Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
Advertisement
Uang Hajatan Warga Playen Rp15 Juta Digasak Saat Acara Berlangsung
Advertisement
Kenapa Kebaya Selalu Dipakai Saat Hari Kartini? Ini Sejarahnya
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






