Advertisement
Dua Musisi Tunisia Tampil di Hotel Tentrem Jogja dalam "Avec le Temps"
Konser bertajuk "Avec le Temps" di Eboni Bar & Lounge, Hotel Tentrem Yogyakarta, Rabu malam, (22/4/2026) - Harian Jogja/Anisatul Umah.
Advertisement
JOGJA—Konser Avec le Temps yang digelar di Eboni Bar & Lounge, Rabu (22/4/2026), menghadirkan pengalaman musikal lintas budaya yang menyentuh emosi penonton. Pertunjukan ini menjadi bagian dari rangkaian Francophonie Week 2026 di Yogyakarta.
Dua musisi Tunisia, Dorsaf Hamdani dan Zied Zouari, tampil membawakan interpretasi ulang lagu-lagu klasik Prancis dan Arab, menciptakan dialog musikal yang puitis dalam dua bahasa di satu panggung.
Konser ini terinspirasi dari karya ikonik “Avec le Temps” milik Leo Ferre, yang diolah menjadi perjalanan artistik tentang waktu, kenangan, dan rasa yang melampaui batas budaya.
Advertisement
Dalam konferensi pers sebelum konser, Zied Zouari menjelaskan bahwa bahasa Prancis memiliki pengaruh luas, termasuk di kawasan Afrika dan Mediterania. “Avec le Temps ini merupakan proyek khusus dan spesial bagi kami. Karena musik-musik kami mainkan berasal dari musik Prancis, kemudian digubah, Dorsaf sendiri selain penyanyi, dia juga adalah pencipta puisi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa konser ini mengajak penonton menjelajahi keberagaman budaya sekaligus menghargai perbedaan melalui musik. Pengalaman tampil di Indonesia juga disebut memberi energi baru untuk menciptakan karya berikutnya.
“Setelah dari Indonesia kami masih memiliki energi yang banyak yang sudah kami serap dari Indonesia supaya bisa menciptakan musik yang baru,” lanjutnya.
Sementara itu, Dorsaf Hamdani menekankan bahwa musik menjadi medium untuk menyatukan berbagai budaya. Ia mengaku tertarik mempelajari bahasa lokal setiap kali mengunjungi negara baru.
“Ketika tadi saya berbicara dalam bahasa Indonesia, ada satu-dua kata yang sepertinya itu mirip dengan bahasa Arab, atau mungkin sebaliknya,” ucapnya.
Menurutnya, perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk berbagi kecintaan terhadap musik. “Tidak sabar saya ingin menyanyi dan menciptakan lagu dari kunjungan saya di Indonesia ini karena saya tahu di Indonesia ini punya banyak energi yang positif yang ingin kami sampaikan ke khalayak umum,” lanjutnya.
Direktur Institut Français d'Indonésie Yogyakarta, Margaux Nemmouchi, menjelaskan bahwa Francophonie merupakan perayaan global yang melibatkan ratusan juta penutur bahasa Prancis. Festival ini tidak hanya merayakan bahasa, tetapi juga keberagaman budaya.
“Malam ini kita akan menikmati suara emas dari Dorsaf dan juga dari Zied,” ujarnya.
General Manager Hotel Tentrem Yogyakarta, Christoporus Yulianto, menyebut konser ini sebagai pengalaman unik yang menggambarkan romantisme perjalanan waktu. Ia menilai kolaborasi dengan IFI menjadi bagian dari upaya menghadirkan ragam budaya dunia kepada masyarakat.
“Kami sangat mendukung konser ini karena kami ingin budaya-budaya yang ada di seluruh dunia bisa dikenal dengan lebih baik oleh semuanya,” ujarnya.
Melalui konser ini, penonton tidak hanya menikmati musik, tetapi juga diajak memahami bagaimana seni dapat menjadi jembatan antarbudaya. Atmosfer hangat di panggung menjadi bukti bahwa perbedaan bahasa dan latar belakang dapat menyatu dalam harmoni yang indah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Di Balik Pegunungan Taihang China Berdiri Menara Kembar Memikat
- Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
Advertisement
BBM Nonsubsidi Naik, Dishub Sleman Hitung Ulang Layanan Bus Sekolah
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








