Masih Dihantui Pandemi, Target Pertumbuhan Ekonomi 2022 Versi Jokowi Disebut Ambisius
Proyeksi pemulihan ekonomi tahun depan masih dibayangi oleh ketidakpastian akibat pandemi yang masih tinggi.
Proyeksi pemulihan ekonomi tahun depan masih dibayangi oleh ketidakpastian akibat pandemi yang masih tinggi.
Kepala Departemen Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri merujuk pada studi yang dilakukannya pada 2018, menyebutkan daerah dengan jaringan internet yang menjangkau lebih luas memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Ekonom Senior Faisal Basri mengatakan kecepatan pemulihan Indonesia lebih lambat dibandingkan dengan negara lain.
Lonjakan pertumbuhan ekonomi kuartal II/2021 dinilai merupakan pertumbuhan semu. Dalam artian, meski dengan pertumbuhan tinggi, ekonomi dan kegiatan masyarakat masih belum kembali normal seperti sebelum pandemi Covid-19.
Tahun merupakan tahun kedua masa Pandemi Covid-19. Sektor ekonomi menjadi bidang yang ikut terdampak. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa ada faktor selain ekonomi minus terdalam tahun lalu yang membuat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) cukup tinggi pada kuartal II/2021.
Kontribusi konsumsi rumah tangga juga naik dari 56,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada kuartal I/2021 menjadi 57,23 persen pada kuartal II/2021.
Kota Jogja pada Juli 2021 mengalami inflasi sebesar 0,11%. Andil terbesar yang mendorong terjadi inflasi adalah rokok kretek filter naik sebesar 1,87%.
Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diganti dengan level tertentu, dinilai akan menahan laju pertumbuhan ekonomi.
Bank Dunia (World Bank) mengungkap 3 hambatan besar RI untuk menuju negara kelas menengah atau middle-class country.
Indonesia masih mengalami resesi setelah realisasi produk domestik bruto (PDB) pada triwulan I/2021 minus 0,7%. Meski begitu, pemerintah mengakui pemulihan pemulihan ekonomi sudah solid.