Ini Dia Bukti Pentingnya Mahasiswa bagi Perekonomian DIY
Berdasar kajian Bank Indonesia (BI) DIY, selain sektor pariwisata, sektor pendidikan juga memiliki kontribusi besar pendorong pertumbuhan ekonomi.
Berdasar kajian Bank Indonesia (BI) DIY, selain sektor pariwisata, sektor pendidikan juga memiliki kontribusi besar pendorong pertumbuhan ekonomi.
Nilai transaksi Sistem Resi Gudang (SRG) selama pandemi Covid-19 mengalami pertumbuhan yang signifikan.
Industri logam dasar dan industri makanan menjadi andalan ekspor karena masih mampu memberikan kontribusi signifikan bagi devisa di tengah dampak pandemi Covid-19.
Pandemi Covid-19 selain menimbulkan masalah kesehatan, juga berdampak serius pada perekonomian masyarakat. Di Indonesia, dampak pandemi Covid-19 telah mengakibatkan tersumbatnya nadi perekonomian masyarakat.
Sebagai upaya menopang pertumbuhan ekonomi di DIY di tengah pandemik Covid-19 ini, Bank Indonesia menilai diperlukan gotong royong seluruh lapisan masyakarat.
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat perekonomian DIY pada Triwulan I-2020 mengalami kontraksi sebesar 0,17%.
Kepala BPS DIY Heru Margono menjelaskan perekonomian DIY yang diukur dari nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasarnharga berlaku triwulan I-2020 mencapai Rp34,70 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp25,42 triliun.
Pada April 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat DIY deflasi 0,24%. Andil terbesar yang mendorong terjadi deflasi adalah angkutan udara yang turun sebesar 7,83%.
Dana Moneter Internasional alias Internasional Monetary Fund (IMF) merilis proyeksi ekonomi global (World Economic Outlook) chapter 1 seri April 2020 pada Selasa (15/4/2020).
Bank Indonesia memperkirakan inflasi DIY 2020 akan berada pada titik tengah sasaran.