Pemuda Banyak Tertarik Berwirausaha di Tengah Pandemi
Minat berwirausaha di kalangan pemuda meningkat di tengah pandemi Covid-19 terutama di kalangan usia 30 tahun ke bawah.
Minat berwirausaha di kalangan pemuda meningkat di tengah pandemi Covid-19 terutama di kalangan usia 30 tahun ke bawah.
Pandemi Covid-19 berdampak pada sektor ekonomi dan akibatnya terjadi banyak gelombang PHK. Banyak masyarakat mengalami penurunan pendapatan bahkan ada yang harus kehilangan pendapatan.
Hampir sebagian besar jenis bisnis terdampak pandemi. Banyak yang bangkrut hingga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan. Mental pengusaha benar-benar diuji di saat pandemi. Namun pandemi juga menjadi bukti bahwa mereka yang mampu berinovasi yang menjadi pemenang untuk bisa bertahan.
Komunikasi dan silaturahmi menjadi kunci untuk meraih kinerja secara optimal. Sementara, kebahagiaan menjadi milik mereka yang bersyukur.
Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bantul terus berupaya menekan angka kemiskinan di wilayahnya, sebagai dampak pandemi Covid-19.
Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Indonesia membuka Pelatihan Kecakapan Wirausaha (PKW) di Borobudur, Minggu (27/9/2020). Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan juragan-juragan baru untuk kebanggaan Indonesia.
Sebagai sekolah yang mengusung tagline Future Socioprenuer, Olifant High School terus berupaya menginovasikan pembelajaran meskipun saat ini siswa harus belajar dari rumah masing-masing.
Istilah Ngopi menjadi salah satu aktivitas yang digemari oleh masyarakat Indonesia sejak dulu. Dahulu, istilah Ngopi merujuk kepada acara minum kopi bersama sebagai media bertukar informasi dan bersosialisasi yang lebih banyak didominasi oleh kalangan pria dewasa.
Lulusan baru perlu mengevaluasi apakah mereka benar-benar memiliki apa yang diperlukan untuk memulai bisnis.
Grab aplikasi serba bisa terkemuka di Indonesia baru saja menggelar Grabinar, webinar dengan tema “Bisnis dari Muda, untuk Masa Tua” yang menghadirkan narasumber yang menginspirasi anak muda untuk memulai usaha.