Keluarga Korban Ponpes Al Khoziny Minta Proses Hukum Tetap Berjalan
Keluarga korban ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo meminta proses hukum tetap dijalankan seiring dengan upaya identifikasi korban
Keluarga korban ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo meminta proses hukum tetap dijalankan seiring dengan upaya identifikasi korban
Tragedi Ponpes Sidoarjo jadi pengingat pentingnya SLF agar pesantren aman dan layak untuk kegiatan belajar para santri.
Basarnas mencatat hingga Senin dini hari total 54 jenazah korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur
Insiden ambruknya bangunan musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, telah menjadi atensi khusus Presiden Prabowo Subianto
Kejadian di Pesantren Al Khoziny menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk diambil hikmah sekaligus disusun upaya perbaikan dan pencegahan.
Adapun sebanyak 27 orang masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan yang terus bekerja di lapangan
Angka tersebut sekaligus menambah jumlah korban yang meninggal menjadi 36 orang
Evakuasi hari keenam Ponpes Al Khoziny temukan 31 korban, 14 selamat dan 17 meninggal. Proses pencarian masih terus berlanjut.
Kepolisian Daerah Jawa Timur masih menyelidiki penyebab ambruknya musala Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo, pada Senin (29/9).
"Total semua korban sampai saat ini berjumlah 113 orang, dengan rincian 10 orang meninggal dunia dan 103 orang selamat,”