Manajemen PSIM Jogja: Persaingan di Liga 2 2019 Akan Berat
Manajemen PSIM Jogja menilai persaingan di Liga 2 2019 dipastikan bakal berat.
Manajemen PSIM Jogja menilai persaingan di Liga 2 2019 dipastikan bakal berat.
Belum adanya kejelasan mengenai rencana pembentukan tim membuat sejumlah pemain PSIM Jogja musim lalu memilih mencoba peruntungan di klub lainnya. Setidaknya ada empat pemain PSIM Jogja yang memastikan diri mengikuti seleksi bersama tim baik di Jawa maupun di luar Jawa.
Pasoepati menyatakan siap menjalin komunikasi dengan segenap elemen suporter di DIY menyusul perpindahan sementara markas Persis Solo ke Stadion Maguwoharjo, Sleman, musim ini.
Rencana Persis Solo untuk berkandang di Stadion Maguwoharjo, Sleman saat mengarungi kompetisi Liga 2 2019, membuat kelompok suporter PSIM Jogja, Brajamusti angkat bicara.
Polisi menegaskan aksi brutal beberapa suporter PSIM adalah spontanitas yang dipicu fanatisme buta. Tak ada anjuran dari elite pendukung Laskar Mataram untuk mencegat dan menyerang suporter klub lain.
Presiden Pasoepati Aulia Haryo Suryo menyatakan kelompok suporter Persis Solo yang dia pimpin membuka pintu bagi siapa pun yang menyerukan kata damai.
Selain meringkus dua tersangka penimpuk batu yang menewaskan satu suporter PSS Sleman, aparat Polres Sleman juga menciduk satu remaja yang menghajar satu suporter Persis Solo.
Muslich Burhandin, Presiden Brajamusti, kelompok suporter PSIM Jogja, menyerukan semua wadah pendukung klub sepak bola saling menjalin komunikasi demi iklim sepak bola yang aman dan beradab. Berbagai kekerasan, terakhir menewaskan satu suporter PSS Sleman, harus diakhiri melalui rekonsiliasi.
Brajamusti, kelompok suporter PSIMĀ Jogja, belum memberikan banyak pernyataan ihwal penetapan dua pendukung PSIM: RC, 18, dan DN, 18, atas meninggalnya suporter PSS, Muhammad Asadulloh Alkhoiri setelah menonton pertandingan PSS Sleman melawan Persis Solo pada Sabtu (19/1) lalu.
Penyerangan terhadap suporter yang hendak pulang selepas menonton laga PSS Sleman melawan Persis Solo di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (19/1/2019) digalang lewat medsos. Beberapa akun menghasut warganet agar mengadang suporter.