Meski Bisa Diunduh Resmi, 24 Aplikasi Ini Ternyata Berbahaya
Meski berada di Google Play Store dan dapat diunduh secara resmi, ada banyak aplikasi yang berbahaya. Aplikasi tersebut dibuat penjahat cyber agar bisa menyusup ke perangkat Anda.
Meski berada di Google Play Store dan dapat diunduh secara resmi, ada banyak aplikasi yang berbahaya. Aplikasi tersebut dibuat penjahat cyber agar bisa menyusup ke perangkat Anda.
Perseteruan terjadi pada dua aplikasi perpesanan besar dunia, takni Telegram dan Whattsap. Pendiri Telegram, Pavel Durov, jelas kurang suka dengan WhatsApp. Tak cuma sekali pria asal Rusia itu melontarkan kritikan tajam pada aplikasi rival tersebut dalam tulisan panjang lebar.
Untuk memenuhi kebutuhannya, warga desa didorong untuk memanfaatkan teknologi. Salah satunya dengan aplikasi karya anak bangsa, Warung Desa yang diproduksi Rumah Sahabat Desa.
Aplikasi perpesanan WhatsApp tidak hanya bisa digunakan untuk chat tapi juga untuk telepon dan video call. Video call whatsApp tidak hanya digunakan di ponsel, di laptop pun juga bisa.
Aplikasi media sosial WhatsApp populer tak hanya di Indonesia tetapi bahkan di dunia. Berapa pengguna WhatsApp sekarang? Berdasarkan data Statista pengguna WhatsApp mencapai 1,5 miliar pengguna aktif di 180 negara.
Ada yang baru di aplikasi berkirim pesan Whatsapp. Aplikasi milii Facebook ini akan memiliki fitur baru berupa stiker animasi, dilihat dari aplikasi versi beta untuk Android.
Perusahaan aplikasi Facebook telah mengakuisisi Whattsap pada 2014. Regulator kompetisi dagang Prancis menyatakan akuisisi tersebut seharusnya tidak pernah terjadi.
PT Aino Indonesia (Aino) yang merupakan perusahaan pemroses pembayaran dan sistem integrator untuk transportasi publik, layanan umum pemerintah, pendidikan, pariwisata dan ritel optimistis dapat semakin berkembang dengan adanya gerakan pemerintah untuk pembayaran nontunai.
Facebook, yang mencaplok kepemilikan WhatsApp pada 2014 lalu mengabarkan akan melakukan monetisasi terhadap aplikasi populer sejagat itu, dengan biaya berlangganan sebesar US$ 1 atau setara Rp 14.000 per tahun.
WeChat Pay akhirnya mendapatkan restu dari Bank Indonesia (BI) untuk beroperasi di Indonesia.