Serapan Gabah Saat Panen Raya Masih Rendah, Bulog Blak-blakan Penyebabnya
Serapan gabah pada panen raya masih rendah meskipun relaksasi harga pembelian pemerintah (HPP) telah dilakukan.
Serapan gabah pada panen raya masih rendah meskipun relaksasi harga pembelian pemerintah (HPP) telah dilakukan.
Perum Bulog Kanwil Yogyakarta telah melakukan penyerapan beras dalam negeri dengan mekanisme komersial, seiring dimulainya masa panen.
tambahan impor beras 300.000 ton dari Thailand dan Pakistan itu merupakan bagian dari kuota impor 2 juta ton yang ditetapkan pemerintah pada awal tahun ini.
Harga beras yang mahal di pasaran saat ini akan segera turun. Hal itu diungkap oleh Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi.
Perum Bulog menyebut jika ada potensi pelanggaran hukum akibat tingginya harga beras, akan diserahkan kepada kepolisian atau Satgas Pangan Polri.
Perum Bulog membantah penyaluran bantuan sosial (bansos) beras yang masif menjadi biang kerok beras langka di gerai ritel modern.
Penyebab harga beras tak kunjung turun diduga karena pasar beras dikuasai segelintir perusahaan besar.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Ninik Setyowati menyampaikan stok beras saat ini masih aman dan cukup untuk tiga bulan
Badan Urusan Logistik (Bulog) DIY menyatakan pembagian bantuan beras cadangan untuk stabilisasi pasokan pangan pada dua bulan pertama 2024.
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengakui jika cadangan beras lokal yang ada saat ini menipis. Alhasil, Bulog terpaksa harus mengimpor beras untu