Jogja Disability Arts Perjuangkan Seniman Difabel Jadi Subjek di Ruang Seni
Komunitas Jogja Disability Arts memperjuangkan perjalanan seniman difabel menjadi subjek di ruang seni.
Komunitas Jogja Disability Arts memperjuangkan perjalanan seniman difabel menjadi subjek di ruang seni.
Awalnya warung kecil yang menjual aneka jajanan. Kini, warung Pospit Pakem menjadi rumah kedua para pesepeda di Jogja.
Hanya dalam dua tahun, suasana di sekitar kita bisa berubah drastis. Gang Gangan mengajak kita berjalan lebih lambat, abadikan suasana sekitar jadi sejarah.
—Lady Bikers Dajogja menggaungkan semangat emansipasi perempuan dengan berkendara menyusuri jalanan Jogja bertepatan dengan Hari Kartini.
Club motor ini cukup berbeda dari umumnya. Riding berlangsung dini hari, dengan target utamanya salat Subuh berjamaah. Mari berkenalan dengan Bikers Subuhan.
Menjadi stuntman tidak hanya perlu kemampuan beladiri, namun juga acting, dialog, hingga logika yang terstruktur.
Ratusan penghobi Merpati di DIY mengikuti lomba Merpati Kolong di Pendowo Asri, Banyon, Sewon, Bantul. Perlombaan tersebut ditandai dengan peluncuran Lapak Pige
Dari sebungkus nasi, rasa kemanusiaan lahir dan berlipat ganda. Nasi Gratis Jogja muncul dengan konsep baru, untuk mempertemukan pemberi dan penerima makanan.
Hotel Ramada by Wyndhan Jogja memeriahkan peringatan Hari Valentine dengan menghadirkan Kelik Pelipur Lara.
Museum harusnya bukan hanya tempat berkumpulnya koleksi-koleksi ‘mati’. Dengan sentuhan khusus, koleksi ini bisa hidup lagi dengan berbagai cara imajinasi.