Ini Sejumlah Fasilitas Baru di Tanah Suci untuk Jemaah Haji Indonesia 2019
Sejumlah fasilitas baru dapat dinikmati jemaah calon haji Indonesia selama di Tanah Suci Mekkad dan Madinah pada musim haji tahun 2019.
Sejumlah fasilitas baru dapat dinikmati jemaah calon haji Indonesia selama di Tanah Suci Mekkad dan Madinah pada musim haji tahun 2019.
Para calon jemaah haji (calhaj) dari Kota Jogja diimbau untuk mewaspadai cuaca ekstrem di Tanah Suci.
Penyelenggaraan haji tahun 2019 tidak lagi menggunakan gelang berwarna penanda status kesehatan calon haji berisiko kesehatan.
Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyatakan keberangkatan jemaah haji gelombang pertama ke Arab Saudi dimajukan sehari menjadi 6 Juli 2019.
Badan Pusat Statistik (BPS) akan menyurvei indeks kepuasan jemaah pada musim haji 1440H/2019M. BPS akan melibatkan lebih dari 14.400 orang jemaah haji sebagai responden.
Kuota jemaah calon haji asal Gunungkidul bertambah dari 209 orang menjadi 244 jemaah. Tambahan ini dialokasikan untuk calon haji lanjut usia dan pendamping.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bertemu denganDuta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Esam A Abid Althagafi, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (10/5/2019). Dalam pertemuan tersebut, Menagmenyampaikan rencana pemerintah terkait operasional pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji 1440H/2019 melalui Bandara Kertajati, Jawa Barat.
Pemerintah menetapkan pembagian alokasi penambahan kuota haji sebanyak 10.000 jemaah pada musim haji 1440 H/2019 M. Alokasi ditetapkan dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang pembagian alokasi tambahan kuota haji untuk tiap provinsi.
Calon jamaah haji yang akan berangkat pada tahun ini disarankan untuk mempersiapkan fisik yang prima untuk menghadapi cuaca panas yang diperkirakan sangat tinggi. Hal itu diungkapkan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.
Jamaah haji Indonesia memang terkenal sebagai jamaah paling santun dan ramah saat berinteraksi dengan masyarakat atau jamaah haji dari negara lain di Tanah Suci.