Tetenger Kamar Jenderal Sudirman Hilang, Ternyata Ulah UPT Malioboro
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro yang akhirnya mengaku melepas benda itu beberapa waktu lalu, lupa memasangnya kembali.
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro yang akhirnya mengaku melepas benda itu beberapa waktu lalu, lupa memasangnya kembali.
Komponen penyusun tetenger tersebut, tersusun dari beberapa signage heritage, yakni pelat miring dan ditopang oleh penyangga. Di pelat miring itulah akan ditulis keterangan sesuai dengan cagar budaya yang ada di depannya. Akan tetapi, pelat miring di depan bekas kamar kerja Sang Panglima Besar itu memang belum diisi keterangan.
Sebanyak sembilan cabang Paguyuban Wehrkreis (PWK) III Jogja mendesak agar pelaksanaan musyawah besar (Mubes) Badan Pengurus Pusat (BPP) PWK III yang rencananya akan digelar 28-29 Juni di Hotel Inna Garuda ditunda. Penundaan tersebut juga mendapat dukungan dari 13 PWK III lainnya di Indonesia.
Sejumlah situs bersejarah menceritakan jejak kedatangan Islam ke Tiongkok.
Dosen Prodi Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta Agus Murdiyastomo mengatakan koleksi memang merupakan anasir penting dalam museum. Sebagai sumber belajar, koleksi museum harus dilengkapi dengan deskripsi.
Setidaknya ada beberapa hal penting yang ingin dicapai Pemkot dalam penyusunan roadmap permuseuman. Di antaranya adalah inventarisasi koleksi museum dan perubahan imej museum. Di antaranya adalah inventarisasi koleksi museum dan perubahan imej museum.
Sekretaris Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Siti Isnaini Dikoningrum mengatakan telah memberikan bimbingan teknis (bimtek) kepada 60 desa terkait dengan penulisan legenda desa. Setiap desa diharapkan mampu menulis bimtek sendiri yang berisi tentang tata cara penulisan sejarah desa. Sehingga bisa digali dari sumber lisan atau pun tulisan legenda Gunungkidul.
Bupati Gunungkidul Badingah saat memberi sambutan pada penyerahan hadiah lomba penulisan legenda antar desa di Gunungkidul, Senin (30/1/2018), mengatakan adanya legenda desa yang dituangkan dalam bentuk buku, kata Bupati, tidak hanya sebagai pengetahuan semata untuk masyarakat lokal. Lebih dari itu legenda bisa menjadi daya tarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
Bupati Gunungkidul Badingah berharap setiap desa yang belum bisa menuliskan sejarah segera menulis. Hal ini lanjutnya untuk mendukung visi misi kabupaten Gunungkidul untuk mewujudkan daerah tujuan wisata terkemuka dan berbudaya. Sehingga masyarakat Gunungkidul bisa berdaya saing , maju, mandiri, dan sejahtera tahun 2021. Muaranya menyejahterakan masyarakat.
Sekretaris Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Siti Isnaini Dikoningrum mengatakan pihaknya telah memberikan bimbingan teknis (bimtek) kepada 54 desa dalam penulisan sejarah desa. Setiap desa diharapkan mampu menulis bimtek sendiri yang berisi tentang tata cara penulisan sejarah desa. Sehingga bisa digali dari sumber lisan atau pun tulisan sejarah gunungkidul.