Pertamax Green 95 Diperluas, Nasib Pertalite di Ujung Tanduk
PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) memperluas distribusi produk baru BBM Pertamax Green 95. Pertamax Green 95 meru
PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) memperluas distribusi produk baru BBM Pertamax Green 95. Pertamax Green 95 meru
Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia mulai berhenti menjual pertalite dengan alasan bisnis.
Harianjogja.com, JOGJA— PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) membenarkan sempat terjadi kendala pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM)
BPH Migas menilai positif usulan PT Pertamina soal pergeseran produk subsidi dari Pertalite ke BBM dengan kualitas lebih tinggi.
PT Pertamina Patra Niaga menyatakan masyarakat tidak perlu khawatir terkait kelangsungan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite yang tetap disalurkan
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menyebut stok bahan bakar minyak (BBM) di DIY dan Jawa Tengah (Jateng) dalam kondisi bagus.
Konsumsi BBM 250% di SPBU tol Trans Jawa terutama di ruas A (Jakarta menuju Surabaya) yaitu KM 338A, KM 379A dan KM 429A pada H-5 Lebaran
Pertamina Shop (Pertashop) kini mulai diperbolehkan menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite meski masih dalam tahap uji coba.
Kendala mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini dirasakan para nelayan di Bumi Binangun mendapatkan jalan keluar.
Polres Kulonprogo melaksanakan pengecekan dan imbauan kepada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah itu