PARENTING: Potensi Anak Bisa Dikembangkan Sejak Dini
Setiap orang tua dan guru perlu mengetahui potensi anak sejak dini agar bisa mengarahkan dengan tepat seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan anak.
Setiap orang tua dan guru perlu mengetahui potensi anak sejak dini agar bisa mengarahkan dengan tepat seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan anak.
Pasangan suami-istri yang berencana atau tengah menantikan kehadiran buah hati yang kedua mungkin dibayang-bayangi kekhawatiran munculnya rasa cemburu pada anak pertama yang masih balita. Kondisi ini umum dikenal dengan sebutan sibling rivalry.
Salah satu penentu kesuksesan seseorang adalah kreatifitas. Sebab semakin kreatif seseorang, maka semakin cakap pula kemampuannya dalam memecahkan masalah. Namun, memunculkan karakter dan membentuk pribadi kreatif tidak semudah membalikan telapak tangan, melainkan harus dimulai sejak kanak-kanak.
Tanpa memahami bahwa dunia anak adalah bermain, hampir mustahil bagi orang tua bisa mendorong anak belajar dengan cara yang menyenangkan. Penting bagi anak untuk dilingkupi suasana yang nyaman dan menyenangkan saat sedang belajar.
Anak-anak juga punya rasa cemburu menyangkut kasih sayang orang tua. Setiap orang tua pasti ingin berlaku adil pada anak-anaknya. Namun para orang tua terkadang punya anak yang dianggap favorit.
Memberikan pemahaman pentingnya berlaku toleran kepada anak-anak bisa dilakukan dengan sikap welas asih, empati, dan tekad untuk menciptakan lingkar pergaulan yang lebih baik. Hal itu bisa diawali pada masa prasekolah. Anak-anak usia ini bisa dididik bersikap terbuka. Berikut ini lima langkah-langkahnya seperti diulas tolerance.org:
Orang tua sekarang tumbuh di era pergulatan teknologi. Anak-anak pun hidup di zaman digital. Tantangan ini tak pernah dihadapi generasi sebelumnya. Pola asuh di rumah pun perlu memuat pendidikan era digital agar buah hati ke depan menjadi warganet sehat dan bijak. Ada beberapa kiat bagi orang tua untuk mendidik anaknya terampil di zaman teknologi informasi seperti dilansir healthychildren.org.
Semua orang tua pasti ingin anaknya cerdas. Tapi, umumnya sulit mengetahui apakah mereka cerdas atau tidak.
Respons paling umum pertama ketika orang tua mendengar buah hatinya mengumpat atau berbicara kasar adalah kaget. Saking kagetnya, beberapa orang tua tak sadar berlaku kasar pada buah hatinya. Selanjutnya kita bakal bertanya-tanya, kira-kira dari mana si kecil kulak kata-kata kotor tersebut.
Orang tua berperan penting agar anak selalu menjaga kesehatan gigi sejak dini.