PGRI Jogja Ingatkan Sekolah Tatap Muka Perlu Pertimbangan yang Matang
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jogja menilai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) perlu pertimbangan yang matang.
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jogja menilai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) perlu pertimbangan yang matang.
Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta memberikan memberikan pelatihan, dan pendampingan kepada Puskesmas Depok 2 Kabupaten Sleman dalam melakukan analisa data-data yang dikumpulkan secara rutin di Puskesmas. Kegiatan ini merupakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari prodi Kebidanan dan Gizi.
Pelaksanaan pembelajaran jarah jauh (PJJ) atau daring selama pandemi membuat guru dan sekolah makin adaptif dalam menggunakan teknologi informasi. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) secara teknis sebagian besar sekolah tidak mendapati kendala yang signifikan terkait pembelajaran daring. Namun butuh komunikasi intens dengan orangtua agar siswa menjadi disiplin.
Saat ini, aktivitas belajar anak dilakukan di rumah. Orang tua kini memiliki peran yang penting untuk membangun minat belajar anak.
Sejumlah mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD Yogyakarta mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) IMM Farmasi 2021 di Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kopa, Kulonprogo.
Setiap daerah perlu membuat inovasi dan penyesuaian dalam menjalankan pendidikan di masa pandemi Covid-19 ini. Hal ini untuk menanggulangi dampak buruk dari Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang belum sepenuhnya efektif. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud RI, Jumeri dalam diskusi daring bertema Dari DIY untuk Pendidikan Indonesia yang Merdeka.
Anggaran ini dimaksudkan untuk peningkatan produktivitas dan kualitas SDM.
Pemerintah akan melanjutkan proses distribusi tambahan bantuan kuota data internet senilai Rp2,3 triliun bagi 26,8 juta siswa, mahasiswa, guru, dan dosen.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus menyalurkan bantuan selama pandemi pada 2020 dan 2021, yang jumlahnya mencapai Rp13,2 triliun. Hal itu dilakukan untuk mencegah anak-anak mengalami kehilangan pembelajaran ataulearning loss.
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim telah menyiapkan anggaran senilai Rp2,3 triliun untuk memberikan lanjutan bantuan kuota data internet untuk 26,8 juta siswa, mahasiswa, guru dan dosen.