Memprihatinkan! SMP Negeri di Gunungkidul Ini Cuma Bisa Dapat 12 Siswa Baru
Sebuah SMP negeri di Gunungkidul hanya mendapatkan belasan siswa baru lantaran terganjal sistem zonasi.
Sebuah SMP negeri di Gunungkidul hanya mendapatkan belasan siswa baru lantaran terganjal sistem zonasi.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait dimulainya tahun ajaran baru 2020 untuk tingkat SMP dan sederajat di wilayahnya, Senin (13/7/2020).
Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta berencana melakukan uji coba terhadap salah satu platform belajar daring sebelum digunakan sebagai platform standar untuk pembelajaran secara daring di seluruh sekolah di kota tersebut.
Pemkab Bantul akhirnya mengeluarkan kebijakan baru terkait dengan karut marut pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jalur zonasi di wilayahnya.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memperpanjang masa tanggap darurat hingga sebulan ke depan. melihat perkembangan ini, dipastikan tahun ajaran baru yang akan dimulai pada 13 Juli mendatang akan berlangsung masih dengan sistem pembelajaran jarak jauh.
Kepedulian terhadap dampak pandemi Covid-19 ditunjukkan oleh SMK Kesehatan Nuzula Husada menjelang tahun ajaran baru 2020/2021.
Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto (STTA), Marsda TNI (Purn) T. Ken Darmastono, meresmikan Gedung Suryadarma di kompleks Kampus STTA yang berlokasi di Blok R, Lanud Adisutjipto, Banguntapan, Bantul, Kamis (18/6/2020).
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul memastikan seluruh siswa tetap bisa melanjutkan sekolah. Hal ini tidak lepas dari jumlah kuota yang lebih banyak ketimbang jumlah kelulusan siswa.
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terus melakukan sosialiasi pendaftaran mahasiswa baru gelombang pertama untuk sekolah vokasi di Gunungkidul. Langkah ini dilakukan untuk memberikan kesempatan putra-putri asli daerah dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Inovasi di bidang pertanian dilakukan oleh dua siswa SMK Negeri (SMKN)1 Pundong, Bantul, Muhammad Raihan Khoirilah dan Rosyid Jauhar.