Kementerian dan Lembaga Diminta Irit Belanja Tahun Depan
Kementerian/Lembaga diminta efisiensi belanja di Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) 2025.
Kementerian/Lembaga diminta efisiensi belanja di Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) 2025.
Presiden terpilih Prabowo Subianto telah berkomitmen untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 di bawah 3% dari PDB.
Besaran anggaran tersebut telah disepakati bersama melalui rapat-rapat yang diadakan sebelumnya dan harus melewati siklus APBN.
Postur APBN 2025 atau tahun pertama pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran) disepakati Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) da
K) melaporkan masih adanya penyaluran bantuan sosial (bansos) sembako kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp113,14 M.
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut mendapat target investasi sebesar Rp1.850 triliun hingga Rp1.900 tril
Pemerintah telah menggelontorkan Rp72,3 triliun sepanjang tiga tahun pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Pemerintah menetapkan defisit APBN tahun anggaran 2025 atau pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto melonjak ke kisaran 2,45%-2,82%.
Kemensos dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Selasa, mengusulkan adanya tambahan anggaran sebesar Rp9,6 triliun.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menekankan dana Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) murni untuk pembiayaan perumahan pemilik tabungan