Resmi! DIY Siapkan 4 Zonasi PPDB, Ini Rinciannya
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menyiapkan empat zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021/2022.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menyiapkan empat zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021/2022.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul mulai mempersiapkan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021-2022. Rencanannya pendaftaran secara online ini dimulai pertengahan Juni mendatang.
Harianjogja.com, JOGJA—Sekolah Menengah Teknologi Industri yang merupakan sekolah menengah kejuruan, atau sering disebut SMK-SMTI menargetkan setiap tahunnya sebanyak 80% terserap di dunia kerja.
Petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021 di DIY masih disusun Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY.
Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kabupaten Sleman telah selesai akhir minggu lalu. Namun, sejumlah sekolah belum mampu memenuhi daya tampung yang disediakan.
Sejumlah sekolah baik di tingkat SMP, SMA dan atau sederajat masih kekurangan murid. Hal ini sudah diprediksi sejak awal karena kuota lebih banyak ketimbang lulusan siswa.
Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) memasuki tahap akhir pendaftaran jalur zonasi mutu, jalur afirmasi dan jalur prestasi luar daerah. Proses tersebut terbilang lancar dan tidak ada kendala.
Sebanyak 940 atau hampir 1.000 calon siswa SMP di Bantul harus terlempar dan mengikuti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk MTSN dan SMP swasta.
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kabupaten Gunungkidul dinilai dapat mematikan sekolah swasta. Kritik tersebut disampaikan Darmanto, Ketua Yayasan Bina Muda Gunungkidul, lembaga yang membawahkan SMP Bina Muda Panggang.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan, usia bukan menjadi faktor utama dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Pasalnya, didalam sistem zonasi jarak antara rumah dengan sekolah menjadi yang dominan dalam penerimaan.