Dua Kelompok Suporter Bentrok di Jogja, Begini Kronologinya
Kericuhan antarsuporter terjadi di sejumlah titik di Jogja pada Senin (25/7/2022) siang. Diduga insiden ini terjadi disebabkan karena adanya provokasi antarkedu
Kericuhan antarsuporter terjadi di sejumlah titik di Jogja pada Senin (25/7/2022) siang. Diduga insiden ini terjadi disebabkan karena adanya provokasi antarkedu
Suporter PSIM Jogja dan suporter PSS Sleman yang terlibat tawuran di Danguran, Kecamatan Klaten Selatan berdamai di Mapolres Klaten, Selasa (14/12/2021) siang. Ada lima poin perdamaian yang disepakati kedua pihak.
Suporter PSIM Jogja dan suporter PSS Sleman yang terlibat tawuran di Danguran, Kecamatan Klaten Selatan berdamai di Mapolres Klaten, Selasa (14/12/2021) siang. Setelah berdamai, kedua kubu sepakat mendukung situasi kondusif di wilayah Klaten sekaligus berjanji tak akan mengulangi perbuatannya lagi di waktu mendatang.
Seorang karyawan swasta berinisial FBA, laki-laki 26 tahun warga Purwomartani, Sleman, jadi bulan-bulanan kelompok suporter bola hingga terluka. Insiden ini terjadi pada Rabu (1/12/2021) di Jalan Urip Sumoharjo, Gondokusuman, sekitar pukul 14.00 WIB
Polisi menangkap dua orang menyusul bentrok antarsuporter yang melibatkan warga di Jalan Laksda Adisutjipto, timur UIN Sunan Kalijaga, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman, Rabu (1/12/2021).
Bentrokan pecah antara dua kelompok suporter dan melibatkan warga di Jalan Laksda Adisutjipto, timur UIN Sunan Kalijaga, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman, Rabu (1/12/2021). Dua motor ringsek dan beberapa orang terluka akibat bentrokan ini. Sejumlah suporter ditangkap polisi.
PSSI menyerahkan pengusutan kerusuhan antara suporter Persebaya dan Arema di Blitar, Selasa (18/2/2020) kepada Polri.
Suporter sepak bola asal Bali Andreas Setiawan akhirnya dibebaskan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) pada Kamis (28/11/2019). Andreas ditangkap pekan lalu karena "teror bom Stadion Bukit Jalil" di media sosial dibebaskan setelah ditahan di Kantor Polisi Daerah (IPD) Cheras Kuala Lumpur.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyatakan Pemerintah Malaysia tidak cukup meminta maaf lewat media sosial "Twitter" terkait insiden penganiayaan suporter Indonesia.
Adanya dugaan pengeroyokan yang terjadi pada suporter timnas Indonesia di Malaysia, Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq memohon maaf kepada warga Indonesia.