Jelang KTT G20, Kemenparekraf Targetkan Peningkatan Penjualan Jasa Hotel & Restoran
Kemenparekraf telah menyusun sejumlah rencana untuk menggairahkan kembali industri hotel dan restoran menyusul momentum KTT G20 yang digelar di Bali.
Kemenparekraf telah menyusun sejumlah rencana untuk menggairahkan kembali industri hotel dan restoran menyusul momentum KTT G20 yang digelar di Bali.
Maraknya penjualan hotel di Provinsi Bali berpotensi merembet ke seluruh destinasi wisata di seluruh Tanah Air. Hotel menengah ke bawah disebut menjadi segmen yang paling rentan untuk dijual akibat menderita dampak pandemi Covid-19.
Kondisi pandemi Covid-19 yang masih terjadi serta perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang terus berlanjut membuat karyawan hotel dan restoran di DIY yang di rumahkan tersus bertambah dari hari ke hari.
Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini membuat sebagian besar orang takut untuk bepergian jauh atau bahkan sekadar keluar rumah. Menginap di hotel tentunya menjadi salah satu pilihan bagi kebanyakan orang untuk sekadar melepas penat, Family Vacation atau bahkan Work From Hotel. Banyak hotel kini berlomba memberikan penawaran menarik dengan keamanan extra bagi para calon tamunya.
Mampu memberikan screening yang cepat dan akurat bagi pengunjung, sejalan dengan protokol Cleanliness, Health, Safety dan Environment (CHSE) yang dianjurkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, saat ini GeNose C19 telah digunakan di beberapa hotel dalam manajemen Accor Group, terutama di Jawa Tengah.
Pada Agustus 2021, Horison Ultima Riss Malioboro Yogyakarta memperkenalkan paket kamar lengkap dengan aktivitas yang dapat dinikmati Anda beserta keluarga, yang diberi nama Family Staycation.
Sektor perhotelan turut merasakan dampak lesunya kinerja perusahaan maskapai penerbangan. Terutama terhadap hotel-hotel yang beroperasi di destinasi wisata lintas pulau seperti Labuan Bajo dan Raja Ampat.
Sektor hotel dan restoran itu sulit dan berantakan bukan karena gagal berbisnis, tapi adanya kebijakan yang menahan mobilitas.
Di tengah pandemi Covid-19, Artotel Yogyakarta memberikan pengalaman tak terlupakan kepada para pelanggan setianya dengan promo Menginap Lebih Lama, Menginap Safe & Sound, dan Presale Voucher.
Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, 50% pegawai perhotelan diperkirakan mengalami penurunan upah atau pemutusan hubungan kerja (PHK).