Sahid Raya Hotel Jadi Percontohan Penerapan New Normal di DIY
Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta menjadi hotel percontohan penerapan simulasi dan evaluasi new normal untuk hotel di DIY.
Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta menjadi hotel percontohan penerapan simulasi dan evaluasi new normal untuk hotel di DIY.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mengharapkan ada kelonggaran untuk daerah zona hijau mengadakan kunjungan kerja (kunker). Dengan begitu diharapkan hotel tetap mendapat kunjungan.
Archipelago International, grup manajemen hotel milik swasta dan independen terbesar di Asia Tenggara menerima sertifikasi Safe Travels dari World Travel & Tourism Council (WTTC).
Grand Mercure Yogyakarta Adisucipto menggelar pertunjukan seni secara virtual bertajuk GMY Cultural Series di Panggung Terbuka Piazza. Acara ini ditayangkan secara langsung melalui Instagram @grandmercureyogyakarta, Kamis (11/6/2020) mulai pukul 16.00 WIB.
Selain menyediakan fasilitas kamar, hotel juga menyediakan fasilitas makan, baik sarapan sebagai fasilitas pelengkap saat menginap, maupun makan khusus di restoran hotel tersebut.
Di sejumlah negara yang sudah membuka lockdown-nya, yang pertama digerakkan sektor pariwisata, ini akan menggerakkan hotel dan restoran.
Jumlah hotel dan restoran di DIY yang berencana kembali beroperasi kian bertambah, setelah sebelumnya mereka sempat menyetop sementara operasionalnya lantaran Covid-19.
Dilandasi dengan semangat untuk peduli dan berbagi, selama bulan Ramadhan, Hyatt membuka “Warung Sesama”. Sebuah warung sederhana yang dibuka untuk berbagi takjil bagi pengendara motor dan orang-orang yang lewat di depan Jalan Palagan. Warung Sesama ini diinisiasi oleh para karyawan Hyatt dan buka setiap jam 4 sore hingga habis. Bagi orang-orang yang ingin berdonasi dapat membagikan berapapun jumlahnya langsung ke Warung Sesama yang terletak di Pintu Masuk Utama Hyatt. Setiap hari Warung Sesama dapat berbagi hingga 300 takjil dan makanan bagi pengguna jalan yang lewat.
Bulan suci Ramadan kali ini terasa sungguh berbeda. Tidak ada ibadah salat tarawih berjamaah di masjid, pengajian, pasar sore Ramadan, dan kebiasaan lainnya yang menimbulkan kerumunan orang.
Nyaris tiarap terimbas pandemi Covid-19, hotel dan desa wisata beramai-ramai menyiapkan program alternatif. Jumlah tamu yang anjlok memang menuntut mereka untuk tetap kreatif agar roda bisnis tetap berputar.