Belasan Pengamen Jalanan Terjaring Razia di Sleman, Dianggap Ganggu Lalu Lintas
Belasan pengamen jalanan berhasil ditertibkan Satpol Sleman bersama tim gabungan Kodim dan Polresta Sleman
Belasan pengamen jalanan berhasil ditertibkan Satpol Sleman bersama tim gabungan Kodim dan Polresta Sleman
Seorang pengemis di Mumbai, India dijuluki sebagai 'pengemis terkaya di dunia' karena kekayaannya mencapai Rp14 miliar.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY telah menertibkan puluhan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang ada di sekitar DIY.
Satpol PP DIY menyebut dalam sepekan pengemis di kawasan Malioboro bisa meraup pendapatan Rp27 juta dalam sepekan.
Dua orang ibu dan anak ditangkap petugas saat sedang mengemis di Lampu Bangjo Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan, Rabu (25/1/2023).
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa menurut perkiraan pada 2019 masih ada sekitar 77.500 gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.
Pengemis yang sempat menghebohkan warga Bogor karena diduga memiliki mobil sudah diamankan petugas ke Dinas Sosial Kota Bogor. Kakek yang mempunyai cacat diwajahnya itu diketahui bernama Herman, 80, tersebut merupakan warga Kampung Cisauk, Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Petugas Satpol PP Kota Madiun menciduk enam anak jalanan di tugu batas kota Madiun di wilayah Gading, Senin (18/2/2019) siang. Dari enam anak jalanan tersebut, satu di antaranya merupakan pengamen jalanan bernama Novi, 19. Namun siapa sangka pemudi itu memiliki penghasilan cukup besar bahkan bisa mencapai Rp9 juta per bulan.nnNovi berpenampilan mirip seorang lak-laki. Rambutnya pendek deng
Kepala Dinsos DIY Untung Sukaryadi mengatakan sesuai dengan peraturan yang berlaku, rumah perlindungan sosial itu lebih difungsikan sebagai tempat rehabilitasi awal bagi para gelandangan dan pengemis (gepeng). Selain itu, camp aseseement juga bukan penjara karena rumah perlindungan sosial sebagai upaya koersif dalam penanganan gepeng.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY menyanggah pendapat dari anggota Forum Masyarakat Arus Bawah (Forkomaba) yang menyatakan penertiban gelandangan dan pengemis masih diwarnai kekerasan dan intimidasi.