Hampir 2 Juta Pelanggan PLN Alami Lonjakan Tagihan Listrik
Untuk meringankan beban pelanggan rumah tangga perusahaan memberikan relaksasi kepada 1,93 juta pelanggan yang berpotensi mengalami kenaikan lonjakan listrik.
Untuk meringankan beban pelanggan rumah tangga perusahaan memberikan relaksasi kepada 1,93 juta pelanggan yang berpotensi mengalami kenaikan lonjakan listrik.
PLN memohon maaf atas ketidaknyamaan pelanggan. Perusahaan setrum negara mengklaim, pihaknya sedang membuat prosedur baru dalam pembayaran tagihan listrik agar dapat dilakukan secara otomatis sehingga terdapat formulasi baru.
PLN menjelaskan kenapa warga merasa tagihan listrik pascabayar pada Juni naik.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa tarif tenaga listrik bagi 13 (tiga belas) pelanggan non subsidi per 1 Juli hingga 30 September 2020 tidak mengalami kenaikan atau tetap sama besarnya dengan besaran tarif tenaga listrik sebelumnya, yaitu periode April-Juni 2020.
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyatakan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, tidak ada penaikan tarif listrik.
Kelanjutan bantuan untuk pengguna listrik rumah tangga berdaya 450 VA dan 900 VA subsidi belum jelas. Hingga kini PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Yogyakarta masih menunggu keputusan Pusat terkait dengan perpanjangan masa bantuan tersebut.
Hingga saat ini, PT PLN telah menyalurkan stimulus listrik industri dan bisnis kecil 450 VA pra bayar maupun pascabayar.
Masyarakat sudah dapat menikmati token listrik gratis untuk bulan Mei. Setidaknya ada sekitar 11,5 juta pelanggan token listrik prabayar yang bisa mengaksesnya.
Kabar soal kenaikan tagihan listrik menjadi perbincangan di banyak kalangan. Bahkan,Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno meminta PLN menanggapi serius keluhan masyarakat mengenai tagihan listrik bulan April yang meningkat tajam di angka 50 sampai 70 persen dari biasanya.
PT PLN (Persero) mendapat 900 keluhan tentang lonjakan tagihan listrik dari pelanggan per hari.Keluhan naiknya tagihan listrik tersebut dirasakan oleh pelanggan rumah tangga 900 volt ampere (VA) non subsidi ke atas.