50 Persen Wisatawan Batalkan Perjalanan pada Libur Akhir Tahun
Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) menyebut sekitar 50 persen wisatawan domestik telah membatalkan perjalanan usai adanya pengetatan protokol kesehatan dari pemerintah.
Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) menyebut sekitar 50 persen wisatawan domestik telah membatalkan perjalanan usai adanya pengetatan protokol kesehatan dari pemerintah.
Pembatasan jam operasional objek wisata tidak menyurutkan wisatawan untuk berkunjung ke Bantul. Hal ini terlihat dari jumlah wisatawan yang berkunjung ke sejumlah objek wisata di Bumi Projotamansari selama dua hari terakhir di awal tahun mencapai puluhan ribu orang.
Mengawali 2021, Dinas Pariwisata DIY terus melakukan monitoring di sejumlah destinasi wisata di wilayah ini. Monitoring pada Jumat, 1 Januari 2021 dimulai pukul 09.00 WIB dan difokuskan pada destinasi yang berda di wilayah sleman. Adapun hasil monitoring tersebut sebagai berikut:
Sedikitnya 400 kendaraan yang terdiri dari mobil dan motor diminta balik arah saat akan merayakan malam tahun baru di kawasan pantai. Kebijakan ini sesuai dengan edaran dari Pemerintah DIY berkaitan dengan penutupan destinasi wisata saat malam pergantian tahun.
Dinas Pariwisata Gunungkidul berencana menerapkan e-tiketing mulai tahun depan. Untuk tahap awal, layanan ini dilakukan di Tempa Pemungutan Retribusi (TPR) Pos Baron dan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
Ajakan tersebut disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno demi mendorong pemulihan sektor pariwisata pada tahun mendatang.
Pandemi Covid-19 sepanjang 2020 ini jelas memberikan pemahaman dan alternatif wisata baru yang lebih aman dari penyebaran virus. Salah satu jenis wisata yang disarankan adalah ekowisata tersebut
Dinas Pariwisata Gunungkidul memastikan seluruh objek wisata pada saat malam tahun baru akan ditutup alias lockdown. Hal ini sejalan dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah DIY pada Rabu (30/12/2020).
Sandiaga optimistis target kunjungan 18 juta wisman yang semula dibidik pada 2020 dapat tewujud pada 2025 seiring dengan pemulihan sektor pariwisata.
Banyak yang telah berubah dalam hal perjalanan udara pada 2020, beberapa baik, beberapa buruk, beberapa bersifat sementara.