Pekan Kedua November, 1.700 Siswa di Bantul Diswab PCR Acak
Sebanyak 1.700 siswa tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Bantul dijadwalkan menjalani swab PCR acak, pada pekan kedua November 2021.
Sebanyak 1.700 siswa tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Bantul dijadwalkan menjalani swab PCR acak, pada pekan kedua November 2021.
Siswa SMPN 2 Pakem yang positif Covid-19 bertambah menjadi dua.
Jumlah pasien Covid-19 di SMKN1 Sedayu terus bertambah. Hingga Kamis (28/10) siang, Satgas Covid-19 Kabupaten Bantul mencatat ada tambahan 12 orang positif usai swab PCR terhadap 29 orang yang kontak erat dengan lima siswa dan seorang guru SMKN1 Sedayu. Sehingga total saat ini kasus Covid-19 di SMKN1 Sedayu ada 19 kasus.
Pemda DIY memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sejumlah sekolah tetap lanjut meski ada klaster penularan Covid-19 di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Sedayu, Bantul.
Pembelajaran tatap muka (PTM) di SDN Sukoharjo, Argodadi, Sedayu, Bantul ditutup sementara setelah delapan siswa SDN Sukoharjo tertular virus Corona oleh guru yang positif Covid-19 tapi nekat mengajar.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulonprogo mencatat 90 persen sekolah jenjang SMP sudah mendapatkan izin untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka. Sedangkan, 50 persen SD di Kulonprogo juga dinilai telah mampu menerapkan PTM.
Untuk memastikan tidak ada penularan Covid-19 di sekolah-sekolah yang menggelar kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM), Dinas Pendidikan (Disdik) akan menggelar tes swab bagi warga sekolah pada Kamis (21/10/2021).
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY meminta semua sekolah untuk membentuk tim agen perubahan perilaku untuk selalu mengingatkan kepada siswa maupun guru yang melanggar protokol kesehatan saat pembelajaran tatap muka (PTM).
Pemda DIY melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) mengklaim pembelajaran tatap muka (PTM) yang digelar SMA dan SMK serta Sekolah Luar Biasa (SLB) yang digelar hampir empat pekan ini berjalan lancar.
Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Kustini Sri Purnomo akan menutup kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) jika ditemukan adanya kasus konfirmasi positif COVID-19 pada siswa, tenaga pendidikan maupun lingkungan sekolah.