Pembelajaran Tatap Muka di Semarang Resmi Dimulai 30 Agustus
Wali Kota SemarangHendrar Prihadi memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk sekolah yang berada dalam kewenangan Pemerintah Kota Semarang dimulai pada 30 Agustus 2021.
Wali Kota SemarangHendrar Prihadi memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk sekolah yang berada dalam kewenangan Pemerintah Kota Semarang dimulai pada 30 Agustus 2021.
DPR RI dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sepakat untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah.
Pemkab Sleman mulai ancang-ancang untuk membuka pembelajaran tatap muka (PTM) pada Januari 2021 mendatang. Penerapan PTM ini akan dilakukan jika semua sudah memenuhi syarat. Salah satunya capaian vaksinasi Covid-19 bagi para pelajar.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Makarim menegaskan vaksinasi siswa bukan syarat untuk melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di wilayah PPKM Level 1-3. Bila seluruh guru dan pengelola sekolah sudah divaksinaso, sekolah harus menggelar PTM terbatas.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di wilayahnya harus mengajukan izin dan semata-mata uji coba. Hal ini menyusul adanya sekolah di daerah yang nekat menggelar PTM.
Khawatir dengan nasib pembentukan karakter anak selama periode belajar dari rumah, seorang guru di Bantul bersama anaknya membantu anak-anak di sekitar rumahnya untuk belajar. Siswa SMA hingga SMP berduyun-duyun mendatangi rumahnya hampir di tiap malam.
Presiden meminta kepada seluruh pemerintah daerah untuk segera menghabiskan stok vaksin yang ada.
Tanggal 19 Agustus merupakan hari Ulang Tahun SMA Kolese De Britto dan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta. Pada perayaan HUT yang ke-73 kali ini, Presidium SMA Kolese De Britto dan OSIS SMA Stella Duce 1 Yogyakarta berkolaborasi menyelenggarakan acara bersama dengan tajuk “Tigre Arciera”.
Untuk siswa RA, bantuan yang diberikan sebesar kuota 7 GB. Untuk siswa MI, MTs, dan MA sebesar 10 GB. Untuk guru sebesar 12 GB. Sedang mahasiswa dan dosen sebesar 15 GB.
Sebanyak 50.000 dari total 54.000 anak sekolah di Bantul dipastikan telah mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) lewat Program Keluarga Harapan (PKH) tahap III, Juli 2021. Sedangkan sisanya 4.000 anak sekolah lainnya masih dalam proses pencairan dan ditargetkan selesai secepatnya.