Sekolah Akan Ditutup Lagi Kalau Ada yang Positif Covid-19
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan kembali menutup sekolah jika ditemukan kasus Covid-19 di sekolah.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan kembali menutup sekolah jika ditemukan kasus Covid-19 di sekolah.
Pemda DIY menyatakan belum bisa memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) digelar serentak pada tahun ajaran baru, Juli mendatang. Pemda Masih akan melihat perkembangan kasus Covid-19 sampai sepekan sebelum tahun ajaran baru.
Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta agar pemerintah berhati-hati dalam membuka sekolah tatap muka terbatas saat pandemi Covid-19.
Sejumlah SMA swasta di Jogja menyebut animo murid luar DIY untuk menimba ilmu di Jogja berkurang di masa pandemi ini. Meski jumlahnya tidak signifikan, sekolah mengaku hal ini disebabkan beragam faktor. Pandemi Covid-19 disinyalir merupakan penyebab utama kurangnya minat murid luar DIY untuk sekolah ke Jogja.
Statistik UTBK itu berdasarkan hasil penilaian dari 21.302 Jumlah Sekolah, 662.404 Jumlah Peserta, 681,885 Rerata TPS Tertinggi Peserta, dan 353,725 Rerata TPS Terendah Peserta.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi serta Kementerian Agama telah meluncurkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka di masa pandemi Covid-19.
Disdikpora Kota Jogja segera menyosialisasikan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah di Masa Pandemi Covid-19 yang dikeluarkan oleh Kemendikbudristek. Sekolah diharapkan segera menyesuaikan pembelajaran dengan panduan yang diterbitkan itu guna mengoptimalkan pembelajaran di masa pandemi.
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY mencatat angka putus sekolah untuk tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) setiap tahunnya rata-rata 30-32 orang.
Guna memastikan kesiapan siswa dalam mengikuti pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) yang bakal dilaksanakan pada Juli 2021 mendatang, sebanyak 700 siswa tingkat taman kanak-kanak mengikuti kegiatan simulasi pembelajaran tatap muka pada Rabu (2/6/2021) hingga Jumat (4/6/2021).
Panduan PTM terbatas tersebut diluncurkan berdasarkan masukan dari para pendidik dan orang tua.