Pengiriman Bantuan Kemanusiaan ke Gaza Bakal Dilanjutkan Lagi, PBB: Kami Sudah Punya Rencana
Israel telah menutup penyeberangan Gaza untuk masuknya bantuan makanan, medis, dan kemanusiaan.
Israel telah menutup penyeberangan Gaza untuk masuknya bantuan makanan, medis, dan kemanusiaan.
Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyebut situasi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina sangat parah.
Mereka telah mengirim sebuah delegasi untuk menghadiri pertemuan dengan pejabat Mesir di Kairo demi membahas upaya ini.
Kondisi Jalur Gaza telah mencapai titik paling kritis. Menurut Kantor Kemanusiaan PBB, Israel telah memblokir pengiriman bantuan selama 51 hari tanpa jeda.
Akses jemaat Kristen ke Gereja Makam Kudus di wilayah pendudukan Yerusalem diblokir pemerintah Israel pada Sabtu (19/4/2025).
PBB meminta dibukanya akses kemanusiaan tanpa hambatan di seluruh Jalur Gaza.
Komite tersebut mendesak para mediator dan masyarakat internasional untuk menekan Israel yang dikenal "secara historis mengingkari perjanjian."
“Nanti pulang, baru pasti. Kalau disampaikan hal yang spesifik seperti apa [sekarang], ‘kan kita semua belum tahu,” ujarnya.
Ratusan mantan pejabat badan intelijen Israel Mossad menerbitkan petisi baru pada Minggu (13/4/2025) malam. Mereka menyerukan segara diakhirinya perang di Gaza
Militer Israel berencana mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza setelah blokade selama seminggu di tengah kekhawatiran akan tuntutan hukum.