Prabowo Sebut Jokowi Beri Anggaran Besar untuk Perkuat Pertahanan Indonesia
Presiden Joko Widodo disebut telah memberikan Menhan Prabowo Subianto anggaran besar untuk memperkuat pertahanan RI.
Presiden Joko Widodo disebut telah memberikan Menhan Prabowo Subianto anggaran besar untuk memperkuat pertahanan RI.
Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, mengingatkan kepada jajaran Kementerian Pertahanan, TNI dan industri pertahanan agar tidak boleh lagi ada penggelembungan
Presiden Jokowi meminta pembelian helikopter AgustaWestland (AW) 101 yang ditujukan untuk kendaraan VIP/VVIP dibatalkan karena kondisi ekonomi sedang tak baik.
Dengan anggaran militer yang terbatas, kita tentu tidak dapat melaksanakan program peremajaan dan penggantian jet tempur secara serentak. Skala prioritas dipatok sangat ketat serta segala daya dan upaya pengadaannya coba ditempuh. Karena itu barter dengan Rusia jadi opsi kuat.
Prabowo menerangkan Jokowi menginginkan adanya grand design atau rencana induk pengadaan alutsista dengan perhitungan jangka panjang hingga 25 tahun ke depan.
Kementerian Pertahanan telah menandatangai kontrak kerja sama dengan dengan Fincantieri yang merupakan salah satu grup pembuat kapal kelas dunia. Kerjasama ini berupa pengadaan delapan unit kapal perang atau fregat dari galangan Italia.
Dikutip dari situs perusahaan, Kementerian Pertahanan Indonesia telah menandatangani kontrak untuk penyediaan 6 fregat kelas FREMM, modernisasi dan penjualan 2 fregat kelas Maestrale bekas angkatan laut Italia.
Ketua DPR RI mengingatkan Menhan Prabowo Subianto agar jangan membeli alutsista bekas. Apa alasannya?
Dokumen perencanaan pertahanan tersebut adalah bagian dari rahasia negara dan dokumen internal dalam pembahasan yang masih berlangsung.
Pengamat militer Connie Rahakundini Bakriemengungkapkan dirinya sempat diagendakan bertemu dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto atau Wakil Menteri Pertahanan Muhammad Herindra untuk membahas ihwal modernisasi alutsista dan tantangannya, termasuk soal adanya mafia alutsista.