Selama Kemarau, BPBD Sleman Sebut Belum Ada Warga Minta Bantuan Air Bersih
Hingga menjelang musim hujan tahun ini masih zero dropping bantuan air bersih
Hingga menjelang musim hujan tahun ini masih zero dropping bantuan air bersih
Cuaca cerah dan berawan bakal dirasakan oleh masyarakat di sebagian besar wilayah DIY selama tiga hari ke depan, yakni 15-17 September 2024.
Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman terus mendorong Masyarakat untuk membudidayakan ikan, meski pasokan air di musim kemarau berkurang.
Ribuan tangki air terus didistribusikan sembari menunggu kepastian modifikasi cuaca dari Badan nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Sekitar 7.019.000 liter air bersih sudah disalurkan kepada 34.248 keluarga (113.931 jiwa) yang terdampak kekeringan di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Pemerintah Kalurahan Gayamharjo, Prambanan memastikan wilayahnya tidak ada warga yang kekurangan air bersih saat musim kemarau.
Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman mencatat ada 171,1 hektare kolam ikan yang mengering karena terdampak kemarau sehingga produktivitas ikut menurun.
Ia menjelaskan, prilaku hemat air bisa dilakukan dengan memanfaatkan dengan secukupnya seperti tidak membuka keran air secara terus menerus.
BPBD Sleman memastikan belum ada dampak siginifikan pada saat puncak musim kemarau . Pasalnya, hingga sekarang belum ada permintaan bantuan air bersih.
BPBD Sleman memastikan status siaga darurat kekeringan yang ditetapkan Pemerintah DIY belum memberikan pengaruh berarti karena belum ada laporan kekeringan.