Kekeringan Mengancam, Pemkab Gunungkidul Merevitalisasi Telaga
Handoko mengatakan telaga yang masih berfungsi dan ada airnya pada musim kemarau seperti Jonge di Kalurahan Pacarejo dan Bembem di Kalurahan Giriasih.
Handoko mengatakan telaga yang masih berfungsi dan ada airnya pada musim kemarau seperti Jonge di Kalurahan Pacarejo dan Bembem di Kalurahan Giriasih.
Sedikitnya 1.319 kepala keluarga (KK) atau 7.774 jiwa tedampak bencana kekeringan yang tersebar di tujuh kapanewon dengan 12 kalurahan dan 16 dusun di Bantul
Pemkab mencatat ada 359 telaga tersebar di 18 kapanewon di Gunungkidul. Meski demikian, saat kemarau mayoritas telaga ini mengalami kekeringan.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengklaim akses air bersih ke masyarakat sudah mencapai 89%. Hal ini diungkapkan saat meresmikan Pamsimas di Kalurahan Pengkok.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta meminta kepada masyarakat untuk tidak panik berkaitan dengan potensi kemarau panjang yang terjadi di tahun ini.
Kekeringan terjadi di sejumlah wilayah di Bantul pada musim kemarau tahun ini, penanganan kekeringan bisa menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul memastikan tidak ada masalah tentang lahan pertanian saat kemarau. Pasalnya, banyak lahan yang tidak digarap saat kemarau
Kekeringan Diperkirakan Hingga Januari 2024, Sudah Ada 25 Kapanewon Terdampak di DIY
Memasuki puncak kemarau menjadi berkah bagi pengusaha tangki pengakut air. Pasalnya, dalam sehari bisa menyalurkan ke warga hingga sepuluh tangki.
Warga Padukuhan Petung Bangunjiwo Kabupaten Bantul mengalami krisis air bersih sepanjang bulan Agustus.