Kemarau Basah, 24 Desa di Jateng Dilanda Kekeringan
Musim kemarau basah melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng). Kendati demikian, masih ada sejumlah desa di Jateng yang dilanda kekeringan.
Musim kemarau basah melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng). Kendati demikian, masih ada sejumlah desa di Jateng yang dilanda kekeringan.
Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul menyebut belum ada lahan yang terdampak kekeringan.
Musim kemarau mulai memberikan dampak di sektor pertanian. Petani di Gunungkidul terpaksa menyedot air di sungai agar tanaman yang dipelihara tidak mati mengering.
Bunga es bermunculan di Gunung Lawu Rabu. Hingga saat ini terpantau suhu di puncak Gunung Lawu bisa mencapai 2 derajat celcius.
Warga di Kapanewon Girisubo mulai kesulitan mendapatkan air bersih meski musim kemarau baru saja akan dimulai Adapun dampaknya, pengusaha tangki angkutan air mulai kebanjiran pemesanan.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengalokasikan anggaran sekitar Rp700 juta untuk mengatasi krisis air pada saat musim kemarau. Diperkirakan wilayah Gunungkidul memasuki kemarau mulai akhir Mei mendatang.
Musim kemarau membuat dua telaga di Suaka Margasatwa Paliyan, Gunungkidul kering. Akibatnya, cadangan air untuk hewan-hewan, terutama monyet ekor panjang, di Suaka Margasatwa ini telah habis. Dikhawatirkan, monyet ekor panjang tersebut akan merangsek ke permukiman warga.
Bupati Kulonprogo telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) berisi imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana yang terjadi pada musim kemarau tahun ini.
Tiga wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Kota Kupang, Kabupaten Belu, dan Timor Tengah Selatan serta satu wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB), yakni Kabupaten Dompu, mendapat peringatan dini kekeringan meteorologis dengan status awas.
BPBD Gunungkidul mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Untuk tahap awal bantuan menyasar delapan dusun di wilayah Kapanewon Semanu dan Rongkop.