21 Kapanewon Berstatus Awas Kekeringan Meteorologis, Ini Daftarnya
Sebanyak 21 kapanewon atau kecamatan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berstatus Awas kekeringan meteorologis.
Sebanyak 21 kapanewon atau kecamatan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berstatus Awas kekeringan meteorologis.
Memasuki masa pacelikik, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY memperkirakan harga beras terus melonjak hingga awal tahun 2024.
33 kapanewon atau kecamatan yang berpotensi terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih
BPBD Kabupaten Bantul Aka Luk Luk Firmansyah menyampaikan bahwa sebanyak 181 tangki berisi sekitar 905.000 liter air telah disalurkan kepada 1.913 keluarga.
Handoko mengatakan telaga yang masih berfungsi dan ada airnya pada musim kemarau seperti Jonge di Kalurahan Pacarejo dan Bembem di Kalurahan Giriasih.
Sedikitnya 1.319 kepala keluarga (KK) atau 7.774 jiwa tedampak bencana kekeringan yang tersebar di tujuh kapanewon dengan 12 kalurahan dan 16 dusun di Bantul
Pemkab mencatat ada 359 telaga tersebar di 18 kapanewon di Gunungkidul. Meski demikian, saat kemarau mayoritas telaga ini mengalami kekeringan.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengklaim akses air bersih ke masyarakat sudah mencapai 89%. Hal ini diungkapkan saat meresmikan Pamsimas di Kalurahan Pengkok.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta meminta kepada masyarakat untuk tidak panik berkaitan dengan potensi kemarau panjang yang terjadi di tahun ini.
Kekeringan terjadi di sejumlah wilayah di Bantul pada musim kemarau tahun ini, penanganan kekeringan bisa menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).