DIY Mulai Masuk Musim Kemarau
Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini sudah memasuki awal musim kemarau yang ditandai dengan berkurangnya curah hujan di daerah ini. Hal itu diungkapkan Badan Meteoroligi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jogja.
Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini sudah memasuki awal musim kemarau yang ditandai dengan berkurangnya curah hujan di daerah ini. Hal itu diungkapkan Badan Meteoroligi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jogja.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo memperkirakan dampak musim kemarau pada tahun ini tidak separah tahun lalu.
Intensitas hujan yang mulai menurun membuat warga di Kecamatan Purwosari kesulitan mendapatkan air bersih. Guna mengatasi masalah ini, warga mulai membeli air dari tangki air swasta dengan harga Rp150.000 per tangki.
Musim kemarau telah melanda sebagian wilayah Jawa Tengah (Jateng), meliputi bagian barat pantai utara, eks Keresidenan Banyumas, dan sebagian kecil wilayah Soloraya.
Selama musim kemarau, ketinggian permukaan air di Waduk Sermo mengalami penurunan hingga 12 meter dari ketinggian normal. Saat ini level elevasi berada pada angka 123,83 meter di atas permukaan air laut (mdpl).
Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul mengklaim sejauh ini belum ada laporan gagal panen dari petani di Bantul, meski terjadi kemarau lebih panjang dibanding tahun lalu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mengirimkan bantuan air (dropping) ke Dusun Kikis, Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Kamis (9/8). Dropping dilakukan karena debit air di dusun tersebut menurun.
Setelah pintu Waduk Sermo resmi ditutup Senin (23/7/2018) lalu, saat ini Waduk Sermo hanya menyimpan lima juta meter kubik air.
Puncak suhu terendah di DIY saat malam hari jatuh pada minggu ini. Diprediksi suhu tidak akan lebih rendah. Rata-rata suhu terendah malam hari pada peralihan musim tahun ini dinilai yang paling rendah.
Sejumlah masyarakat di sekitaran Telaga Sureng, di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu memanfaatkan telaga yang mulai mengering untuk bercocok tanam.