Tidak Ada Tanaman Gagal Panen di Bantul
Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul mengklaim sejauh ini belum ada laporan gagal panen dari petani di Bantul, meski terjadi kemarau lebih panjang dibanding tahun lalu.
Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul mengklaim sejauh ini belum ada laporan gagal panen dari petani di Bantul, meski terjadi kemarau lebih panjang dibanding tahun lalu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mengirimkan bantuan air (dropping) ke Dusun Kikis, Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Kamis (9/8). Dropping dilakukan karena debit air di dusun tersebut menurun.
Setelah pintu Waduk Sermo resmi ditutup Senin (23/7/2018) lalu, saat ini Waduk Sermo hanya menyimpan lima juta meter kubik air.
Puncak suhu terendah di DIY saat malam hari jatuh pada minggu ini. Diprediksi suhu tidak akan lebih rendah. Rata-rata suhu terendah malam hari pada peralihan musim tahun ini dinilai yang paling rendah.
Sejumlah masyarakat di sekitaran Telaga Sureng, di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu memanfaatkan telaga yang mulai mengering untuk bercocok tanam.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta menyebutkan suhu udara di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) beberapa hari terakhir mencapai titik terendah 18 derajat Celcius.
Menyusul selesainya masa tanam kedua, pintu air Waduk Sermo bakal segera ditutup. Untuk mengantisipasi terjadinya kekeringan, Saluran Irigasi Induk Kalibawang bakal dibuka. Pembukaan saluran sangat penting agar sejumlah sumur milik masyarakat yang berada di sekitar sekolan tidak kering.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul sudah mengirimkan air bersih sebanyak empat tangki ke wilayah Muntuk, Dlingo pada awal bulan ini. Pengiriman air bersih itu sesuai dengan permintaan warga yang kesulitan mendapatkan air sebagai dampak kekeringan.
Puncak musim kemarau di daerah itu akan berlangsung pada Agustus 2018. Hal itu sesuai perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta.
Selain mengandalkan tadah hujan, warga Dusun Kayu Areng saat ini memang sudah mengandalkan air dari PDAM, namun sayangnya tidak setiap hari keluar. Ia berharap agar pembangunan tersebut dapat dilanjutkan kembali.