Kemarau DIY, Ribuan Tangki Air Terus Didistribusikan
Ribuan tangki air terus didistribusikan sembari menunggu kepastian modifikasi cuaca dari Badan nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Ribuan tangki air terus didistribusikan sembari menunggu kepastian modifikasi cuaca dari Badan nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Sekitar 7.019.000 liter air bersih sudah disalurkan kepada 34.248 keluarga (113.931 jiwa) yang terdampak kekeringan di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Pemerintah Kalurahan Gayamharjo, Prambanan memastikan wilayahnya tidak ada warga yang kekurangan air bersih saat musim kemarau.
Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman mencatat ada 171,1 hektare kolam ikan yang mengering karena terdampak kemarau sehingga produktivitas ikut menurun.
Ia menjelaskan, prilaku hemat air bisa dilakukan dengan memanfaatkan dengan secukupnya seperti tidak membuka keran air secara terus menerus.
BPBD Sleman memastikan belum ada dampak siginifikan pada saat puncak musim kemarau . Pasalnya, hingga sekarang belum ada permintaan bantuan air bersih.
BPBD Sleman memastikan status siaga darurat kekeringan yang ditetapkan Pemerintah DIY belum memberikan pengaruh berarti karena belum ada laporan kekeringan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul menilai saat ini belum ada wilayah yang mengalami kekeringan di Bantul.
BPBD Sleman menyiapkan bantuan air bersih ke Masyarakat sebanyak 163 tangki di musim kemarau tahun ini. Meski demikian, hingga sekarang belum ada permintaan.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan dampak fenomena La Nina kini sudah terasa dan mencapai puncak pada Oktober atau November 2024 mendatang.