May Day, Pencairan JHT Meningkat
Pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) pada perayaan Hari Buruh Sedunia (May Day) tahun ini meningkat tajam. Peningkatan tersebut terjadi karena tren resign pekerja sebelum masa pensiun.
Pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) pada perayaan Hari Buruh Sedunia (May Day) tahun ini meningkat tajam. Peningkatan tersebut terjadi karena tren resign pekerja sebelum masa pensiun.
Perwakilan Aliansi Masyarakat Anti Anarkisme (Aman) mendatangi Polda DIY, Jumat (4/5/2018). Tujuan mereka untuk berdiskusi mengenai perkembangan kasus penyelidikan aksi anarki dan ancaman pembunuhan Sultan di UIN dalam demo Hari Buruh, 1 Mei 2018.
Demonstrasi Hari Buruh Internasional di Pertigaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga semestinya berlangsung damai. Namun, puluhan orang berpenutup wajah dengan pakaian serba hitam diduga menyusupi unjuk rasa ini. Kerusuhan pun pecah.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengaku tak akan melaporkan pembuat tulisan 'Bunuh Sultan', karena menganggap tak semua perlu dibawa ke ranah hukum. Masyarakat juga diimbau tidak terprovokasi dan tetap tenang.
Hasil riset Indonesia Indicator (I2) menyebutkan suara aktivis buruh kalah lantang dan kalah pamor dibandingkan politisi dalam pemberitaan isu perburuhan di media massa.
Terdapat dua jenis standar upah sesuai Undang-Undang No.2003 tentang Ketenagakerjaan, yakni upah minimum dan upah sektoral.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY Andung Prihadi Santoso menyampaikan, Hari Buruh seyogianya diwarnai dengan berbagai kegiatan positif.
Tidak terselesaikannya kasus Marsinah sampai saat ini adalah bentuk pemerintah tidak hadir melakukan hal konkret untuk melindungi hak buruh dan keluarganya.
Peringatan Hari Buruh (May Day) ke-132 tingkat DIY yang dilaksanakan di Kabupaten Gunungkidul, Selasa (1/5/2018) berjalan kalem. Pasalnya orasi dan demo yang identik dalam peringatan tersebut justru diganti dengan alunan musik dangdut serta kegiatan kegiatan lain seperti jalan sehat dan senam massal.
Sekber Keistimewaan DIY mengecam aksi demonstrasi sekelompok massa di simpang empat UIN Jogja pada Selasa (1/5/2018) sore yang berujung pembakaran pos polisi dan sejumlah aksi vandalisme.