10 Warga Masih Terjebak Erupsi Semeru
Masih ada 10 warga yang belum bisa dievakuasi dari dusun yang terdampak erupsi Gunung SemerudiDesa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.
Masih ada 10 warga yang belum bisa dievakuasi dari dusun yang terdampak erupsi Gunung SemerudiDesa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sebaran awan panas guguran Gunung Semeru menyebabkan beberapa rumah warga tertutup material vulkanik, serta Jembatan Gladak Perak di Curah Kobokan yang menjadi akses penghubung Lumajang dan Malang terputus.
Berikut daftar barang-barang yang masih dibutuhkan oleh petugas dan warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Andiani mengatakan bahwa pemantauan terhadap Gunung Semeru masih dilakukan. Pemantauan dilakukan untuk mendeteksi potensi erupsi susulan.
PVBMG telah memberikan sejumlah informasi kepada pihak-pihak terkait lainnya mengenai hasil monitoring rutin aktivitas Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur.
BNPB mengungkapkan ada 902 warga mengungsi akibat erupsi Gunung Semeru. Simak data terbaru berikut ini.
BNPB menyebut sebaran awan panas guguran juga berdampak pada dua kecamatan, antara lain Kecamatan Pronojiwo pada Desa Pronojiwo, Oro-oro Ombo, Sumberurip, serta Dusun Curah Kobokan di Desa Supiturang; dan Kecamatan Candipuro pada Dusun Kamarkajang di Desa Sumberwuluh dan Desa Sumbermujur.
PVMBG menyebut telah terjadi 34 gempa terkait dengan Gunung Semeru meletus hari ini.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kedeputian Bidang Logistik dan Peralatan telah mengirimkan bantuan sebagai penanganan darurat pasca-erupsi Gunung Semeru pada Sabtu 4 Desember 2021.
13 orang warga dilaporkan meninggal akibat erupsi Gunung Semeru pada pukul 09.20 WIB. Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang dan tim gabungan masih meneruskan proses pencarian dan evakuasi warga yang terdampak atau pun yang diperkirakan hilang.